vikaspota.com – Jarang terjadi sebuah game yang mendekati akhir perjalanannya justru mampu mencuri perhatian lebih besar dibanding proyek baru yang disiapkan pengembangnya. Namun itulah yang sedang dialami Destiny 2 setelah Bungie merilis update penutup bertajuk Monument of Triumph.
Update tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan Destiny 2 setelah bertahun-tahun menjadi salah satu game live service terbesar di industri game. Alih-alih ditinggalkan pemain, peluncuran update terakhir justru memicu lonjakan jumlah pemain yang sangat besar di Steam.
Ribuan pemain kembali masuk ke dalam game untuk merasakan kondisi akhir Destiny 2 sekaligus memberikan penghormatan kepada franchise yang telah menemani mereka selama bertahun-tahun. Antusiasme yang muncul bahkan melebihi perkiraan Bungie.
“Baca Juga: Kingdom Hearts IV Dirumorkan Rilis pada 2027″
Banyak pemain melaporkan kesulitan mengakses game pada hari peluncuran update karena server mengalami kepadatan yang tinggi. Sejumlah error dan antrean login pun sempat terjadi ketika para pemain mencoba masuk secara bersamaan.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa Destiny 2 masih memiliki komunitas yang sangat aktif. Meskipun Bungie telah mengumumkan berakhirnya dukungan utama untuk game tersebut, minat pemain terhadap dunia Destiny ternyata belum memudar.
Sebaliknya, update terakhir justru menjadi ajang reuni besar bagi komunitas yang telah tumbuh selama lebih dari satu dekade.
Destiny 2 Lampaui Rekor Pemain Marathon Hanya dalam Hitungan Menit
Lonjakan pemain Destiny 2 menjadi semakin menarik ketika dibandingkan dengan Marathon, proyek shooter terbaru Bungie yang kini menjadi fokus utama studio tersebut.
Berdasarkan data SteamDB, Marathon sebelumnya mencatat puncak sekitar 88.000 pemain aktif di Steam. Angka itu sempat dianggap sebagai pencapaian yang cukup baik untuk game baru Bungie.
Namun, pencapaian tersebut ternyata berhasil dilewati Destiny 2 hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah Monument of Triumph dirilis.
Destiny 2 langsung menembus angka lebih dari 100.000 pemain aktif secara bersamaan di Steam. Jumlah tersebut menjadikan update terakhir game itu sebagai salah satu momen paling ramai dalam beberapa tahun terakhir.
Yang menarik, angka tersebut hanya berasal dari Steam dan belum memasukkan pemain dari platform lain. Selama ini, Destiny dikenal memiliki komunitas yang sangat besar di PlayStation dan Xbox.
Artinya, jumlah pemain keseluruhan kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan statistik yang terlihat di Steam.
Keberhasilan Destiny 2 melampaui Marathon memunculkan ironi tersendiri. Di saat Bungie berusaha memperkenalkan masa depan baru melalui Marathon, franchise lama mereka justru membuktikan bahwa daya tariknya masih sangat kuat.
Situasi tersebut menjadi bahan diskusi hangat di komunitas dan memunculkan kembali pertanyaan mengenai arah masa depan Bungie.
Komunitas Pertanyakan Keputusan Bungie Tinggalkan Destiny
Lonjakan pemain Destiny 2 kembali menghidupkan perdebatan yang sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Banyak penggemar mulai mempertanyakan apakah Bungie terlalu cepat meninggalkan Destiny demi Marathon.
Pertanyaan tersebut semakin relevan karena Marathon saat ini masih berada pada tahap awal pengembangannya sebagai game live service. Game itu baru memasuki Season 2 dan belum lama menyelesaikan periode free week.
Meski Bungie memberikan dukungan penuh terhadap Marathon, antusiasme pemain terhadap Destiny justru masih terlihat sangat tinggi.
Bagi sebagian pemain, Destiny bukan sekadar game. Franchise tersebut telah berkembang menjadi dunia yang mereka ikuti selama bertahun-tahun, lengkap dengan karakter, cerita, dan komunitas yang kuat.
Karena itu, keputusan mengakhiri perjalanan Destiny 2 tidak mudah diterima oleh semua orang.
Sebagian pemain bahkan berpendapat Bungie seharusnya mempertimbangkan untuk terus mengembangkan Destiny dalam bentuk baru, alih-alih mengalihkan fokus sepenuhnya ke franchise lain.
Diskusi mengenai masa depan Destiny pun kembali memanas setelah update terakhir dirilis. Banyak pemain berharap Bungie dan Sony masih membuka kemungkinan untuk melanjutkan seri tersebut di masa depan.
Petisi Destiny 3 Tembus Ratusan Ribu Dukungan
Tingginya minat terhadap Destiny juga terlihat dari gerakan komunitas yang mendukung pengembangan Destiny 3. Sebuah petisi yang meminta Bungie melanjutkan franchise tersebut dilaporkan berhasil mengumpulkan lebih dari 350.000 tanda tangan. Angka itu menunjukkan bahwa keinginan pemain untuk melihat Destiny terus berlanjut masih sangat besar.
Petisi tersebut bukan hanya bentuk protes terhadap berakhirnya Destiny 2. Banyak pemain melihatnya sebagai cara untuk menunjukkan bahwa franchise ini masih memiliki masa depan yang menjanjikan.
Selama bertahun-tahun, Destiny berhasil membangun salah satu komunitas paling setia di industri game. Pemain tidak hanya menikmati gameplay dan aktivitas multiplayer, tetapi juga terhubung dengan dunia dan cerita yang terus berkembang.
Karena itu, tidak mengherankan jika banyak penggemar berharap Bungie suatu hari nanti kembali mengembangkan seri baru. Hingga saat ini, Bungie maupun Sony belum mengumumkan rencana resmi mengenai Destiny 3 atau proyek Destiny lainnya.
Namun, besarnya dukungan dari komunitas memperlihatkan bahwa masih ada permintaan yang sangat besar terhadap franchise tersebut. Bagi Bungie, hal ini tentu menjadi pertimbangan penting ketika menentukan langkah berikutnya.
“Baca Juga: Logitech Hadirkan Mobi Fold, Mouse Lipat untuk Mobilitas”
Destiny 2 Buktikan Bahwa Kisahnya Belum Benar-Benar Berakhir
Lonjakan pemain yang terjadi setelah perilisan Monument of Triumph mungkin tidak hanya disebabkan oleh rasa nostalgia. Banyak pemain kembali karena mereka merasa belum siap mengucapkan selamat tinggal kepada dunia Destiny.
Selama lebih dari satu dekade, franchise ini telah menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak pemain. Mereka membentuk persahabatan, menyelesaikan raid bersama, dan mengikuti perkembangan cerita yang terus berubah.
Karena itu, update terakhir Destiny 2 terasa lebih dari sekadar penutupan sebuah game. Bagi komunitas, momen tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan panjang yang telah mereka lalui bersama.
Keberhasilan update terakhir menarik ratusan ribu pemain juga menunjukkan bahwa Destiny masih memiliki daya tarik yang kuat. Bahkan ketika Bungie mulai berfokus pada Marathon, franchise lama mereka tetap mampu mencuri perhatian.
Kini, masa depan Destiny memang masih belum jelas. Keputusan akhir tetap berada di tangan Bungie dan Sony yang belum memberikan kepastian mengenai kelanjutan seri tersebut.
Namun satu hal sudah terbukti. Jika Bungie suatu hari memutuskan untuk kembali ke dunia Destiny, mereka tidak akan memulai dari nol. Sebab, jutaan pemain tampaknya masih belum siap meninggalkan salah satu franchise sci-fi paling berpengaruh dalam sejarah game modern.





Leave a Reply