vikaspota.com – Ubisoft baru-baru ini memutuskan menghentikan pengembangan beberapa proyek game. Salah satu yang paling disorot adalah pembatalan Prince of Persia: The Sands of Time remake. Informasi ini pertama kali diungkap oleh jurnalis industri game Jason Schreier. Tidak lama setelah laporan tersebut beredar, Ubisoft mengonfirmasi kabar itu secara resmi. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam strategi internal perusahaan. Total terdapat enam proyek yang dihentikan pengembangannya. Proyek tersebut mencakup satu game mobile dan lima game untuk PC serta konsol. Sebagian besar proyek yang dibatalkan belum pernah diumumkan ke publik. Pembatalan ini menambah daftar panjang restrukturisasi Ubisoft dalam beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut memicu kekhawatiran di kalangan pemain dan pengembang. Banyak pihak mempertanyakan dampaknya terhadap proyek lain yang masih berjalan.
“Baca Juga: Mayoritas Developer Game Menentang Generative AI”
Restrukturisasi Internal dan Fokus Creative House Ubisoft
Meski memangkas sejumlah proyek, Ubisoft menegaskan masih memiliki banyak game dalam pengembangan. Perusahaan menyebut masih mengelola 23 franchise aktif. Seluruh franchise tersebut dibagi ke dalam lima unit Creative House. Pembagian ini bertujuan memfokuskan pengembangan berdasarkan genre dan pendekatan kreatif. Setiap Creative House memiliki mandat dan identitas yang berbeda. Pendekatan ini disebut sebagai upaya efisiensi dan penguatan visi jangka panjang. Ubisoft ingin memastikan sumber daya dialokasikan secara lebih terarah. Dalam skema ini, beberapa franchise lama tetap dipertahankan. Salah satu franchise yang masih masuk rencana jangka panjang adalah Beyond Good & Evil. Keberadaannya dalam daftar aktif menarik perhatian komunitas. Pasalnya, proyek lanjutan franchise tersebut telah lama dinantikan.
Beyond Good & Evil Masuk Creative House Keempat
Franchise Beyond Good & Evil ditempatkan dalam Creative House keempat. Unit ini difokuskan pada pengembangan game fantasi dan narrative-driven. Pendekatan tersebut menekankan dunia imersif dan cerita mendalam. Penempatan ini memberi sinyal bahwa Ubisoft masih melihat potensi besar. Beyond Good & Evil diposisikan sebagai proyek penting dalam kategori tersebut. Meski belum banyak detail baru dibagikan, keputusan ini cukup menenangkan penggemar. Banyak pemain sebelumnya khawatir proyek ini ikut terdampak pembatalan. Creative House keempat disebut akan menggarap pengalaman bermain yang lebih emosional. Fokus pada narasi diharapkan membedakan proyek ini dari judul lain. Ubisoft menilai kekuatan cerita sebagai nilai utama franchise tersebut. Penempatan ini juga menunjukkan konsistensi visi pengembangan. Beyond Good & Evil tetap dianggap relevan di tengah perubahan internal.
Pernyataan Fawzi Mesmar soal Beyond Good and Evil 2
Menanggapi kekhawatiran publik, Fawzi Mesmar selaku Creative Director Ubisoft angkat bicara. Ia menyampaikan pernyataan melalui akun LinkedIn pribadinya. Mesmar menegaskan bahwa Beyond Good and Evil 2 tidak terdampak signifikan. Ia menyebut tim pengembang tetap berjalan sesuai rencana. Perubahan internal dan pembatalan proyek lain tidak mengguncang pengembangan game tersebut. Mesmar juga menyampaikan bahwa fokus tim tetap terjaga. Mereka berkomitmen menghadirkan pengalaman istimewa bagi pemain. Ia turut mengucapkan terima kasih kepada pihak yang menyampaikan dukungan. Banyak rekan dan penggemar menghubunginya secara pribadi. Kekhawatiran tersebut muncul setelah kabar pembatalan proyek lain mencuat. Pernyataan Mesmar bertujuan menenangkan komunitas. Ia ingin memastikan proyek ini masih memiliki masa depan yang jelas.
“Baca Juga: Chery Luncurkan C5 CSH pada Pameran IIMS 2026″
Empati terhadap Dampak Pembatalan dan Arah ke Depan
Meski merasa lega, Mesmar tidak mengabaikan dampak pembatalan proyek lain. Ia menyampaikan empati kepada para pekerja industri game yang terdampak. Enam proyek yang dihentikan tentu memengaruhi banyak pengembang. Mesmar menyebut situasi ini sebagai momen berat bagi industri. Ia mengajak semua pihak untuk saling membantu sebisanya. Bentuk dukungan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Pesan tersebut mencerminkan solidaritas di tengah ketidakpastian industri. Restrukturisasi besar sering kali membawa konsekuensi sosial. Ubisoft sendiri masih menghadapi tantangan ke depan. Namun, perusahaan berupaya menjaga proyek-proyek kunci tetap berjalan. Beyond Good and Evil 2 kini menjadi simbol harapan tersebut. Kejelasan arah pengembangan diharapkan memulihkan kepercayaan pemain.





Leave a Reply