vikaspota.com – ByteDance, perusahaan asal China pemilik TikTok, telah menyelesaikan kesepakatan strategis dengan membentuk perusahaan patungan baru. Perusahaan ini akan dimiliki mayoritas oleh pihak Amerika Serikat. Langkah tersebut diambil untuk menghindari potensi larangan TikTok di Amerika Serikat. Aplikasi video pendek ini digunakan oleh lebih dari 200 juta warga Amerika. Perusahaan patungan tersebut dirancang khusus untuk mengamankan data pengguna AS. Kesepakatan ini menjadi solusi jangka panjang atas kekhawatiran keamanan nasional. Pemerintah AS selama bertahun-tahun menyoroti potensi risiko pengelolaan data oleh perusahaan asing. Dengan struktur baru ini, ByteDance berharap dapat mempertahankan keberadaan TikTok di pasar Amerika. Pembentukan perusahaan patungan juga menandai perubahan besar dalam tata kelola TikTok. Langkah ini dianggap sebagai kompromi penting antara kepentingan bisnis dan tuntutan regulasi.
“Baca Juga: Akses Karakter AI di Meta Dibatasi untuk Akun Remaja”
Latar Belakang Ancaman Larangan TikTok di Amerika Serikat
Kesepakatan ini merupakan tonggak sejarah setelah perjuangan panjang ByteDance sejak 2020. Pada Agustus 2020, Presiden Donald Trump mencoba melarang TikTok. Larangan tersebut didasarkan pada kekhawatiran keamanan nasional. Pemerintah AS menilai data pengguna berpotensi diakses pihak asing. Tekanan terhadap TikTok terus berlanjut dalam beberapa tahun berikutnya. Pada April 2024, undang-undang disahkan untuk memaksa penjualan aset AS ByteDance. Aturan tersebut mengharuskan divestasi pada Januari tahun berikutnya. Jika tidak dipatuhi, TikTok terancam dilarang beroperasi. Mahkamah Agung menegakkan ketentuan tersebut. Namun, Trump kemudian memilih untuk tidak memberlakukan larangan secara langsung. Situasi ini mendorong ByteDance mencari solusi struktural yang permanen.
Struktur Kepemilikan dan Peran Investor Global
Dalam perjanjian tersebut, investor Amerika dan global akan memegang 80,1 persen saham. ByteDance mempertahankan kepemilikan sebesar 19,9 persen. Struktur ini memastikan kendali mayoritas berada di tangan pihak non-China. Tiga investor utama ditunjuk untuk mengelola perusahaan patungan. Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing memegang 15 persen saham. Oracle berperan penting sebagai penyedia infrastruktur komputasi awan. Silver Lake dikenal sebagai grup ekuitas swasta global. MGX merupakan perusahaan investasi yang berbasis di Abu Dhabi. Kombinasi investor ini mencerminkan pendekatan multinasional. Kepemilikan tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan regulator AS. Struktur ini juga memberikan stabilitas finansial jangka panjang bagi operasional TikTok di AS.
Pengamanan Data dan Algoritma TikTok di Wilayah AS
ByteDance menyatakan perusahaan patungan bernama TikTok USDS Joint Venture LLC akan mengamankan data AS. Pengamanan mencakup data pengguna, aplikasi, dan algoritma. Langkah ini dilakukan melalui sistem privasi data dan keamanan siber. Algoritma rekomendasi konten akan dilatih ulang menggunakan data pengguna AS. Proses pengujian dan pembaruan algoritma dilakukan secara terpisah. Seluruh algoritma tersebut akan diamankan di cloud Oracle di Amerika Serikat. Selain TikTok, perusahaan patungan juga mencakup CapCut dan Lemon8. Integrasi ini memungkinkan interoperabilitas antarplatform. Konten internasional tetap dapat diakses oleh semua pengguna. Pendekatan ini bertujuan menjaga pengalaman pengguna tanpa mengorbankan keamanan.
“Baca Juga:
Pembagian Operasi Bisnis dan Prospek Ke Depan
Perusahaan patungan ini akan berfungsi sebagai operasi backend TikTok di AS. Fokus utamanya adalah pengelolaan data pengguna dan algoritma. Operasi bisnis penghasil pendapatan akan ditangani divisi terpisah. Divisi tersebut sepenuhnya dimiliki oleh ByteDance. Kegiatan seperti e-commerce dan periklanan tetap berada di bawah kendali ByteDance. Perusahaan patungan akan menerima sebagian pendapatan atas layanan teknologi. Skema ini menciptakan pemisahan yang jelas antara data dan komersialisasi. CEO TikTok, Shou Chew, ditunjuk sebagai anggota dewan perusahaan patungan. Ia akan memimpin arah bisnis dan strategi global. Struktur ini diharapkan memenuhi tuntutan regulator AS. Kesepakatan ini membuka babak baru bagi masa depan TikTok di Amerika Serikat.





Leave a Reply