vikaspota.com – Perseteruan hukum antara mantan pimpinan Unknown Worlds, pengembang Subnautica 2, dan Krafton kembali memanas. Kali ini, tuduhan yang mencuat semakin aneh dan kontroversial. Mantan pimpinan Unknown Worlds menuduh CEO Krafton, CH Kim. Berdiskusi dengan ChatGPT untuk merencanakan cara agar perusahaan menghindari pembayaran bonus sebesar $250 juta yang telah disepakati. Tuduhan ini menjadi sorotan setelah sebelumnya Krafton menawarkan “pengunduran diri sukarela” kepada karyawannya karena ingin fokus pada penggunaan AI dalam perusahaan.
“Baca Juga: TiMi Studio Tanggapi Tuduhan Delta Force Curi Asset Game Rust”
Tuduhan Menggunakan ChatGPT untuk Menghindari Pembayaran Bonus
Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh oleh IGN, tuduhan ini bermula dari rasa frustrasi yang dirasakan oleh CH Kim terkait akuisisi Unknown Worlds oleh Krafton. Kim merasa akuisisi tersebut tidak menguntungkan, terutama karena kesepakatan bonus besar yang perlu dibayar kepada tim Subnautica 2. Dalam upayanya untuk menghindari pembayaran bonus, Kim dan CFO Krafton, Richard Yoon. Diklaim berencana untuk mengambil alih studio tersebut atau membayar mantan pimpinan Unknown Worlds untuk membatalkan kesepakatan bonus tersebut.
Rahasia ‘Project X’: Rencana Krafton untuk Membatalkan Bonus
Dokumen pengadilan juga mengungkapkan bahwa CEO Krafton membuat tim rahasia bernama “Project X”. Tim ini diduga diberi tugas untuk bernegosiasi dengan mantan pimpinan studio Unknown Worlds, dengan tujuan membatalkan kesepakatan bonus. Jika negosiasi gagal, Krafton diklaim berniat untuk mengambil alih studio tersebut. Ketika mantan pimpinan studio menolak tawaran tersebut, mereka dikatakan langsung dipecat. Tuduhan ini menambah kerumitan dalam sengketa hukum yang sudah berlangsung lama antara kedua belah pihak.
ChatGPT Dituduh Memberi Pendapat Tentang Pembatalan Bonus
Salah satu bagian yang menonjol dalam dokumen adalah klaim bahwa CH Kim berdiskusi dengan ChatGPT mengenai strategi untuk membatalkan pembayaran bonus. Ketika Maria Park, Global Head of Corporate Development, menyatakan kemungkinan besar bonus tersebut akan tetap dibayar. ChatGPT disebut memberikan pendapat bahwa “sulit untuk membatalkan pembayaran bonus itu”. Hal ini memicu pertanyaan tentang sejauh mana AI dapat terlibat dalam keputusan strategis perusahaan dan bagaimana percakapan dengan AI memengaruhi keputusan penting.
Subnautica 2 Siap Rilis pada 2025, Menurut Laporan Internal Krafton
Selain masalah bonus, dokumen juga menyebutkan tentang kesiapan Subnautica 2 untuk diluncurkan ke pasaran. Berdasarkan laporan yang didapatkan, game tersebut telah melampaui tahap playtest pada Mei dan dianggap sudah sesuai dengan keinginan penggemar. Bahkan tim ahli dari Krafton dikatakan meyakini bahwa game ini dapat dirilis pada tahun 2025. Maria Park, dalam pernyataannya, bahkan menyebutkan bahwa Subnautica 2 siap untuk rilis pada Agustus 2025, meskipun masih ada ketidakpastian tentang kelanjutan pengembangan dan potensi masalah hukum yang sedang berlangsung.
“Baca Juga: Krisis Stok RAM: Pembeli Harus Beli Secara Bundel”
Tindak Lanjut Sengketa dan Potensi Dampak pada Pengembangan Subnautica 2
Sengketa hukum ini jelas menunjukkan ketegangan yang semakin tinggi antara Krafton dan mantan pimpinan Unknown Worlds. Meskipun masalah hukum yang rumit ini tengah berlangsung, perhatian juga tertuju pada perkembangan Subnautica 2. Jika klaim tentang pembatalan bonus dan potensi pengambilalihan studio benar, hal ini bisa memengaruhi jalannya pengembangan game tersebut. Industri game juga semakin waspada terhadap bagaimana peran AI dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan, serta dampaknya terhadap hubungan antara pengembang dan publisher.





Leave a Reply