Fenomena Embun Upas Muncul di Gunung Bromo Saat Musim Kemarau
vikaspota.com – Salju Tipis Fenomena alam menarik terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Salju tipis atau embun upas mulai menyelimuti beberapa titik di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Fenomena ini muncul saat musim kemarau berlangsung dan langsung menjadi daya tarik wisatawan.
Embun upas merupakan embun beku yang terbentuk akibat suhu udara sangat rendah, bahkan menyentuh 5 derajat Celsius. Meski bukan salju dalam arti sebenarnya, embun ini membuat permukaan tanah terlihat memutih seperti salju. Suasana ini memberikan kesan eksotis dan memicu minat wisatawan untuk datang lebih awal demi menyaksikannya secara langsung.
Fenomena ini biasanya muncul saat dini hari hingga pagi hari. Setelah pukul 10.00 WIB, embun es mulai mencair karena sinar matahari yang menghangatkan kawasan pegunungan.
“Simak juga: Kyle walker Inggris Tidak Meremkan Denmark”
Salju Tipis Wisatawan Berburu Foto “Salju” di Bromo untuk Media Sosial
Salju Tipis Kondisi Gunung Bromo yang dilapisi embun upas memberikan pemandangan berbeda. Salah satu wisatawan, Sandi Kurniawan asal Malang, mengaku datang sejak subuh untuk menyaksikan fenomena langka tersebut.
“Saya sengaja datang sejak pagi karena katanya embun es ini cepat mencair. Untung bisa lihat langsung,” ujarnya.
Menurut Sandi, embun upas membuat pasir Bromo yang biasanya hitam terlihat seperti diselimuti salju putih. Pemandangan ini dianggap sangat fotogenik, terutama untuk unggahan media sosial seperti Instagram. Ia menambahkan, momen seperti ini jarang terjadi dan tidak selalu muncul setiap tahun.
Fenomena embun upas pun memberikan kesan seolah berada di luar negeri, meski masih berada di tengah kawasan tropis Indonesia.
Salju Tipis Pihak TNBTS Pastikan Fenomena Es Alami dan Tidak Berbahaya
Salju Tipis Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, membenarkan munculnya embun upas di Gunung Bromo. Menurutnya, embun es terpantau di sejumlah titik seperti lautan pasir Bromo, Ranu Regulo, dan Ranupani.
“Fenomena ini umum terjadi saat musim kemarau dan suhu turun drastis. Biasanya berlangsung beberapa pekan,” ujar Endrip.
Suhu minimum di kawasan TNBTS tercatat mencapai 5 derajat Celsius, cukup untuk membekukan embun menjadi kristal es tipis. Meskipun tidak membahayakan, wisatawan diimbau mengenakan pakaian hangat dan tetap berhati-hati saat beraktivitas dini hari.
Ke depan, pihak TNBTS akan terus memantau perkembangan suhu dan menyosialisasikan informasi kepada wisatawan. Fenomena ini menjadi salah satu daya tarik musim kemarau yang meningkatkan kunjungan ke Gunung Bromo.
Wisatawan Diminta Jaga Ekosistem dan Siapkan Diri Saat Berkunjung ke Bromo
Fenomena embun upas di Gunung Bromo memang memukau, namun wisatawan diminta untuk tidak sembarangan saat menikmatinya. Endrip Wahyutama dari Balai Besar TNBTS mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem Bromo yang rentan terganggu. Tanaman yang tertutup es sebaiknya tidak disentuh atau diinjak karena merupakan bagian dari sistem alami yang harus dilestarikan.
Selain imbauan menjaga lingkungan, Endrip juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik wisatawan. Suhu di kawasan TNBTS saat musim kemarau bisa sangat rendah. Oleh karena itu, pengunjung disarankan mengenakan pakaian tebal dan membawa perbekalan cukup. “Bawa jaket tebal dan pastikan perut terisi sebelum naik. Suhu bisa turun hingga lima derajat,” ujarnya.
Gunung Bromo memiliki empat akses utama menuju kawasan TNBTS. Jalur favorit biasanya melalui Jemplang di Kabupaten Malang, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Ngadisari di Kabupaten Probolinggo, dan Ranupani di Kabupaten Lumajang. Pintu Ranupani juga menjadi gerbang menuju Gunung Semeru.
Fenomena embun upas seperti saat ini terbukti berdampak positif bagi sektor pariwisata setempat. Berdasarkan data resmi, sepanjang 2024 jumlah kunjungan ke TNBTS mencapai 485.696 wisatawan. Dari jumlah tersebut, 465.770 berasal dari dalam negeri dan 19.926 dari luar negeri. Capaian ini menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp21,15 miliar.
Melihat antusiasme yang tinggi, pihak TNBTS berkomitmen menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan. Ke depan, pengelola berharap wisata alam seperti Bromo dapat terus dinikmati secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Baca Juga : Suwandewi Membawa Sejarah Baru bagi Dunia Kriket Indonesia”





Leave a Reply