Seorang prajurit TNI bernama Serda Rahmat Setiawan
vikaspota.com – Seorang prajurit TNI bernama Serda Rahmat Setiawan, anggota Kodim 0707/Wonosobo, tewas ditusuk saat melerai keributan di sebuah rumah makan. Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam, 14 September 2025, di Resto Shaka, Desa Jolontoro, Wonosobo. Korban awalnya datang untuk makan malam, namun mendapati seorang pengunjung sedang bertikai dengan petugas restoran.
“Baca Juga: Perencanaan Pembangunan PLTN Pertama Di Indonesia” [3]
Kronologi Penusukan yang Berujung Tragis
Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Kolonel Andy Soelistyo menjelaskan bahwa Serda Rahmat berinisiatif menengahi keributan. Korban kemudian mengarahkan pengunjung berinisial I keluar menuju area parkir agar situasi mereda. Pelaku lalu menyerang Serda Rahmat dari belakang dengan senjata tersebut hingga menyebabkan luka fatal.
Polisi Selidiki Kasus, TNI Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Setelah kejadian, aparat kepolisian bersama TNI segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan memburu pelaku. Hingga kini, penyelidikan terus dilakukan untuk memastikan motif penyerangan serta latar belakang pelaku. Kolonel Andy menegaskan bahwa TNI menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada kepolisian sesuai hukum yang berlaku. Peristiwa tragis ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi potensi keributan di ruang publik. TNI juga menyampaikan belasungkawa mendalam serta memastikan dukungan bagi keluarga korban.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu malam, 14 September 2025
Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu malam, 14 September 2025, ketika korban awalnya hanya berniat makan malam namun terlibat membantu meredakan perselisihan antara pengunjung dan petugas restoran.
Kepala Penerangan Kodam IV/Diponegoro Kolonel Andy Soelistyo menjelaskan bahwa korban mencoba menenangkan pengunjung berinisial I dengan mengarahkannya keluar menuju area parkir.
Serda Rahmat sempat mendapatkan pertolongan dari petugas dan pengunjung restoran sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat. Aparat kepolisian bersama TNI kini memburu pelaku serta menelusuri motif di balik aksi penusukan tersebut.
Kejadian ini menambah daftar insiden tragis di ruang publik yang melibatkan aparat negara saat mencoba menjaga ketertiban. TNI menyampaikan duka cita mendalam sekaligus menegaskan komitmennya untuk menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian. Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya keamanan di fasilitas umum serta perlunya kesadaran masyarakat untuk menghindari tindakan anarkis yang berujung pada hilangnya nyawa.
“Simak Juga: Pemanfaatan Teknologi Video Advertising untuk Bisnis Internasional” [5]





Leave a Reply