vikaspota.com – Data lokasi dan gambar dari pemain Pokémon GO kini dimanfaatkan untuk pengembangan teknologi navigasi robot. Informasi ini terungkap melalui laporan terbaru yang menyoroti pemanfaatan data oleh Niantic. Data yang awalnya dikumpulkan untuk kebutuhan gameplay kini memiliki fungsi lebih luas. Teknologi ini digunakan untuk membantu robot melakukan pengiriman barang secara presisi di dunia nyata. Pemanfaatan ini menunjukkan potensi besar data augmented reality dalam aplikasi industri. Dengan demikian, game tidak lagi sekadar hiburan, tetapi juga sumber data teknologi. Perkembangan ini menjadi sorotan dalam industri teknologi global.
“Baca Juga: Investor Arab Saudi Akuisisi 5% Saham Capcom”
Aktivitas Pemain Hasilkan Data Geolokasi dan Visual Skala Besar
Sejak dirilis pada 2016, Pokémon GO mendorong pemain menjelajahi lingkungan sekitar. Aktivitas tersebut menghasilkan data geolokasi dan visual dalam jumlah sangat besar. Data dikumpulkan dari jutaan pemain di berbagai belahan dunia. Setiap interaksi pemain membantu memperkaya basis data lingkungan nyata. Informasi ini mencakup berbagai lokasi dengan detail yang beragam. Skala data yang dihasilkan menjadi salah satu yang terbesar dalam industri game. Hal ini membuka peluang pemanfaatan di luar konteks permainan. Dengan basis data tersebut, Niantic memiliki aset teknologi yang sangat berharga.
Niantic Spatial Kembangkan Sistem Visual Positioning System
Divisi teknologi Niantic, yaitu Niantic Spatial, mengembangkan sistem bernama Visual Positioning System. Sistem ini dirancang untuk menentukan posisi pengguna dengan tingkat akurasi tinggi. Teknologi ini memanfaatkan data visual untuk memahami lingkungan sekitar secara detail. CEO Niantic Spatial, John Hanke, menyebut akurasi sistem mencapai tingkat sentimeter. Angka ini jauh lebih presisi dibandingkan sistem seperti Google Earth. Selain posisi, sistem juga mampu mendeteksi arah pandangan pengguna. Kemampuan ini memberikan keunggulan dalam navigasi berbasis realitas. Pengembangan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi pemetaan digital.
Teknologi Dilatih dengan Miliaran Data dari Jutaan Lokasi Global
Model Visual Positioning System dilatih menggunakan sekitar 30 miliar gambar. Data tersebut berasal dari aktivitas pemain di lebih dari satu juta lokasi di seluruh dunia. Jumlah data yang besar memungkinkan sistem membangun representasi digital yang detail. Lingkungan nyata dapat direkonstruksi dalam bentuk model digital yang akurat. Teknologi ini membuka peluang baru dalam berbagai sektor industri. Salah satu implementasi awal adalah untuk navigasi robot otomatis. Dengan data tersebut, sistem dapat memahami kondisi lingkungan secara real time. Hal ini meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam operasional.
“Baca Juga: AS Tambah 2.500 Marinir, Sinyal Eskalasi di Timteng”
Rencana Implementasi dan Isu Privasi Data Pemain
Dalam jangka pendek, teknologi ini akan digunakan oleh Coco Robotics untuk layanan pengiriman. Implementasi awal direncanakan di wilayah Eropa dan Amerika Serikat. Robot akan memanfaatkan sistem untuk navigasi yang lebih akurat di jalanan. Namun, penggunaan data ini juga memunculkan pertanyaan terkait privasi pemain. Data geolokasi dan visual digunakan untuk kepentingan komersial pihak ketiga. CTO Niantic Spatial, Brian McClendon, menyebut visi jangka panjang adalah membangun replika digital dunia nyata. Pernyataan ini menambah kompleksitas diskusi mengenai etika penggunaan data. Ke depan, transparansi dan perlindungan privasi akan menjadi isu penting dalam pengembangan teknologi ini.





Leave a Reply