vikaspota.com – Meski sudah hampir delapan tahun sejak pertama kali dirilis pada 2018, Detroit: Become Human justru mencatatkan pencapaian baru di penghujung 2025. Game naratif besutan Quantic Dream tersebut mendadak meroket di Steam dan berhasil menembus jajaran Top 5 Best Seller selama dua minggu terakhir tahun lalu. Fenomena ini cukup mengejutkan, mengingat Detroit: Become Human bukanlah judul baru, apalagi game live service yang rutin mendapat pembaruan konten.
“Baca Juga: GTA 6 Diklaim Belum Komplit, Target Rilis November 2026 Dipertanyakan”
Lonjakan popularitas ini menunjukkan bahwa usia game tidak selalu menjadi penghalang untuk kembali relevan. Dengan momentum yang tepat, sebuah game single-player berbasis cerita masih mampu bersaing dengan rilisan terbaru. Detroit: Become Human menjadi contoh nyata bagaimana kombinasi strategi harga, reputasi kualitas, dan ekosistem platform dapat menciptakan kebangkitan tak terduga.
Penjualan Nyaris Satu Juta Kopi dalam Dua Pekan
Berdasarkan laporan dari Alinea Analytics, Detroit: Become Human terjual sekitar 993 ribu kopi di Steam dalam rentang waktu 21 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Angka tersebut menempatkannya sebagai game terlaris kedua di Steam selama periode tersebut. Posisi puncak hanya ditempati oleh ARC Raiders, yang mencatat penjualan sekitar 1,2 juta kopi pada waktu yang sama.
Capaian ini sangat signifikan jika dibandingkan dengan performa historis Detroit: Become Human di PC. Game ini memang sudah hadir di Steam sejak 2020, namun tidak pernah menempati posisi puncak penjualan dalam skala sebesar ini. Hampir satu juta kopi dalam dua minggu menempatkannya sejajar dengan game AAA modern yang baru dirilis. Sebuah prestasi yang jarang terjadi untuk game naratif single-player lama.
Peran Diskon Ekstrem Steam Winter Sale
Faktor utama di balik lonjakan penjualan Detroit: Become Human adalah diskon besar-besaran saat Steam Winter Sale. Pada periode tersebut, harga game dipangkas drastis dari 40 dolar AS menjadi hanya 4 dolar AS. Diskon hingga 90 persen ini tercatat sebagai potongan harga terbesar yang pernah diberikan Detroit: Become Human sejak hadir di Steam.
Dengan harga yang sangat terjangkau, game ini menjadi pilihan menarik bagi pemain yang sebelumnya ragu membeli dengan harga penuh. Untuk sebuah game naratif dengan durasi belasan jam, nilai yang ditawarkan terasa sangat tinggi. Banyak pemain memandang Detroit: Become Human sebagai “pembelian wajib” saat diskon, terutama karena reputasinya sebagai salah satu game pilihan berbasis cerita terbaik dalam dekade terakhir.
Diskon ekstrem ini juga membuka pintu bagi pemain baru yang sebelumnya hanya mengenal Detroit: Become Human melalui PlayStation atau tayangan konten kreator, namun belum pernah mencobanya secara langsung.
Dampak Ekosistem Steam dan Tren Akhir Tahun
Kesuksesan Detroit: Become Human juga tidak bisa dilepaskan dari performa Steam secara keseluruhan di akhir 2025. Alinea Analytics mencatat bahwa Steam berhasil menghasilkan pendapatan sekitar 1,6 miliar dolar AS sepanjang Desember 2025, meningkat lebih dari 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh kombinasi diskon musiman dan rilis game besar seperti ARC Raiders.
Dalam situasi tersebut, Detroit: Become Human mendapat keuntungan dari meningkatnya aktivitas belanja pengguna. Ketika pemain menjelajahi katalog Steam untuk mencari game murah berkualitas, Detroit: Become Human muncul sebagai opsi yang sangat menonjol. Algoritma Steam yang menampilkan game populer turut memperkuat efek bola salju, di mana peningkatan penjualan mendorong visibilitas, lalu kembali meningkatkan penjualan.
Selain itu, tren akhir tahun yang cenderung mendorong pemain mencari pengalaman single-player santai juga berperan penting. Banyak pemain memanfaatkan libur panjang untuk menikmati game berbasis cerita, dan Detroit: Become Human memenuhi kebutuhan tersebut dengan sangat baik.
“Baca Juga:
Bukti Daya Tahan Game Naratif Berkualitas
Lonjakan penjualan Detroit: Become Human di Steam menjadi bukti bahwa game naratif berkualitas memiliki daya tahan jangka panjang. Cerita yang kuat, pilihan moral yang kompleks, serta presentasi sinematik membuat game ini tetap relevan meski teknologi dan tren industri terus berubah.
Keberhasilan ini juga bisa menjadi sinyal positif bagi Quantic Dream dan pengembang game naratif lainnya. Pasar untuk game single-player berbasis cerita ternyata masih sangat besar, terutama jika didukung strategi distribusi dan harga yang tepat. Detroit: Become Human membuktikan bahwa game lama tidak selalu kalah pamor, bahkan bisa kembali berjaya di tengah persaingan ketat industri game modern.
Dengan hampir satu juta kopi terjual hanya dalam dua minggu, Detroit: Become Human menutup tahun 2025 dengan pencapaian yang mungkin tak pernah dibayangkan saat game tersebut pertama kali dirilis.





Leave a Reply