vikaspota.com – Nigeria kembali diguncang kekerasan bersenjata setelah kelompok bersenjata menewaskan sedikitnya 191 orang dalam serangan terpisah di wilayah tengah dan utara negara tersebut. Insiden ini terjadi di tengah krisis keamanan berkepanjangan yang terus melanda negara terpadat di Afrika itu. Serangan terbaru memperlihatkan eskalasi brutalitas terhadap warga sipil, dengan desa-desa menjadi sasaran utama. Pemerintah Nigeria menghadapi tekanan besar untuk memulihkan keamanan, sementara masyarakat internasional terus menyoroti lemahnya perlindungan bagi penduduk pedesaan. Kekerasan ini menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan akibat konflik bersenjata non-negara di Nigeria.
“Baca Juga: Militer Vietnam Disebut Bersiap Hadapi Perang Kedua dengan AS”
Pembantaian Massal di Desa Woro dan Nuku Negara Bagian Kwara
Serangan paling mematikan terjadi di desa Woro dan Nuku, negara bagian Kwara, pada Selasa. Kelompok bersenjata menyerbu permukiman warga, membakar rumah dan toko, serta membunuh lebih dari 170 orang. Menurut pejabat setempat dan laporan Amnesty International, para korban diikat sebelum ditembak atau dibakar hidup-hidup. Amnesty menyatakan bahwa hingga Rabu, warga masih mencari jenazah korban di antara puing-puing bangunan yang hangus. Organisasi tersebut juga menyoroti bahwa beberapa penduduk diculik dalam serangan itu. Mereka menilai pembantaian tersebut terjadi dalam ketiadaan perlindungan keamanan yang memadai bagi masyarakat sipil.
Serangan Terpisah di Katsina Meski Ada Kesepakatan Damai
Selain di Kwara, kekerasan juga terjadi di negara bagian Katsina, Nigeria utara. Sedikitnya 21 orang tewas ketika kelompok bersenjata menyerbu desa Doma. Para pelaku dilaporkan mendatangi rumah warga satu per satu dan menembaki penduduk. Serangan ini mengejutkan masyarakat setempat karena sebelumnya telah ada kesepakatan damai antara warga dan kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut. Insiden ini memunculkan kembali kekhawatiran tentang rapuhnya perjanjian lokal yang kerap gagal mencegah kekerasan. Otoritas setempat mengakui bahwa kelompok kriminal bersenjata masih memiliki kemampuan menyerang secara terorganisir.
Pemerintah Nigeria Tuduh Boko Haram dan Kerahkan Militer
Presiden Nigeria Bola Tinubu mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan pengecut dan biadab. Ia menuding kelompok jihadis Boko Haram sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian itu. Tinubu menyatakan bahwa para militan membunuh warga yang menolak indoktrinasi ekstrem dan memilih menjalankan Islam secara damai. Sebagai respons, ia memerintahkan pengerahan satu batalion tentara ke Kwara untuk memimpin operasi melawan kelompok bersenjata. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghancurkan jaringan teroris dan bandit yang telah lama merongrong stabilitas nasional.
“Baca Juga: Ekspansi Endless Ragnarok Granblue Fantasy: Relink Tiba Juli 2026″
Tekanan Internasional dan Keterlibatan Amerika Serikat
Krisis keamanan Nigeria kini juga berada di bawah sorotan internasional. Pemerintahan Tinubu menghadapi tekanan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuduh Abuja gagal menghentikan apa yang ia sebut sebagai genosida terhadap umat Kristen. Pada Selasa, Kepala Komando Afrika AS Jenderal Dagvin R. M. Anderson mengonfirmasi bahwa sejumlah kecil pasukan Amerika telah dikerahkan ke Nigeria untuk mendukung operasi melawan militan ISIS. Selain itu, Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan udara terhadap target teroris di barat laut Nigeria pada Desember lalu. Langkah ini merupakan bagian dari perjanjian keamanan bilateral baru antara Washington dan Abuja. Situasi tersebut menegaskan bahwa konflik di Nigeria kini memiliki implikasi regional dan internasional yang semakin luas.





Leave a Reply