vikaspota.com – Meta dilaporkan tengah memperluas strategi pengembangan perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan dengan mengeksplorasi format baru di luar kacamata pintar. Setelah beberapa tahun berinvestasi pada perangkat AI yang dapat dikenakan. Perusahaan kini disebut sedang mengembangkan perangkat berbentuk liontin atau kalung pintar. Informasi tersebut muncul melalui laporan terbaru yang menyebut bahwa Meta tengah menyiapkan perangkat wearable AI generasi berikutnya dengan desain yang lebih ringkas dan fleksibel untuk digunakan sehari-hari. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada kacamata pintar sebagai masa depan komputasi personal, tetapi juga mulai mempertimbangkan bentuk perangkat lain yang dapat terintegrasi lebih alami dalam aktivitas pengguna. Jika proyek tersebut terealisasi. Liontin AI dapat menjadi bagian penting dari upaya Meta untuk memperluas ekosistem perangkat keras berbasis kecerdasan buatan.
“Baca Juga: Baseus Bowie MC2 Hadir dengan Baterai Hingga 55 Jam”
Uji Coba Perangkat AI Baru Disebut Dimulai Tahun Depan
Menurut laporan yang beredar, Meta berencana memulai tahap uji coba awal perangkat wearable berbentuk liontin tersebut pada tahun depan. Meski detail teknisnya masih sangat terbatas. Proyek ini disebut menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk menghadirkan AI dalam berbagai bentuk perangkat yang dapat digunakan sepanjang hari. Konsep perangkat berbentuk kalung sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru dalam industri teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan telah mencoba menghadirkan perangkat AI yang berfungsi sebagai asisten pribadi dengan kemampuan mendengarkan, merekam, dan memproses informasi secara kontekstual. Meta tampaknya ingin mengambil pendekatan serupa dengan memanfaatkan teknologi AI yang telah mereka kembangkan untuk berbagai produk dan layanan digital. Kehadiran perangkat baru ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan terus mencari cara untuk membuat interaksi dengan AI menjadi lebih praktis dan selalu tersedia bagi pengguna.
Akuisisi Limitless Perkuat Ambisi Meta di Segmen Wearable
Laporan tersebut juga mengaitkan pengembangan perangkat baru ini dengan langkah Meta mengakuisisi perusahaan Limitless. Perusahaan tersebut dikenal sebagai pengembang perangkat Pendant. Sebuah wearable berbentuk liontin yang dirancang untuk membantu pengguna merekam percakapan dan mengelola informasi harian. Setelah akuisisi tersebut, Meta disebut mulai mengeksplorasi berbagai konsep perangkat wearable lain yang memanfaatkan teknologi serupa. Salah satu ide yang disebut sedang dikembangkan adalah mikrofon Bluetooth berbentuk klip yang dapat dipasang pada pakaian atau digunakan sebagai kalung. Perangkat semacam itu memungkinkan pengguna mendengarkan dan merekam percakapan sepanjang hari. Data yang dikumpulkan kemudian dapat diproses oleh sistem AI untuk menghasilkan ringkasan, transkripsi otomatis, hingga basis data yang dapat dicari kembali ketika diperlukan. Pendekatan ini menunjukkan fokus Meta pada pengembangan AI yang mampu membantu produktivitas dan pengelolaan informasi secara lebih efisien.
Meta Siapkan Sejumlah Kacamata Pintar Generasi Baru
Selain perangkat berbentuk kalung, Meta juga dilaporkan sedang mempersiapkan sejumlah model kacamata pintar baru. Beberapa perangkat yang disebut dalam laporan tersebut memiliki nama kode seperti Modelo, Luna, dan RBM2 Refresh. Produk-produk tersebut dikabarkan akan diperkenalkan dalam beberapa bulan mendatang sebagai bagian dari pembaruan lini wearable perusahaan. Sementara itu, model lain yang menggunakan nama kode Mojito VIP disebut memiliki jadwal peluncuran sekitar bulan Desember. Langkah ini menunjukkan bahwa Meta tetap menjadikan kacamata pintar sebagai salah satu pilar utama strategi perangkat keras mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah berinvestasi besar untuk mengembangkan perangkat yang menggabungkan teknologi AI, kamera, sensor, dan konektivitas dalam format yang dapat digunakan sepanjang hari. Kehadiran beberapa model baru sekaligus mengindikasikan bahwa Meta ingin menjangkau berbagai segmen pengguna dengan kebutuhan yang berbeda.
“Baca Juga: Developer Ananta Ingin Tampil Beda dari Kompetitor”
Perangkat Supersensing dan Layanan Berlangganan Jadi Fokus Berikutnya
Meta juga dikabarkan sedang menguji teknologi wearable yang lebih canggih melalui proyek kacamata supersensing dengan nama kode Artemis dan SSG. Perangkat ini disebut memiliki kamera dan sensor yang selalu aktif untuk memahami lingkungan sekitar secara real-time. Sistem tersebut diperkirakan akan didukung oleh model AI milik Meta serta agen AI baru bernama Hatch yang hingga kini belum diperkenalkan secara resmi kepada publik. Selain mengembangkan perangkat keras, Meta juga menyiapkan strategi bisnis baru melalui layanan berlangganan yang disebut Wearable for Work. Program ini ditujukan untuk sektor bisnis dan dirancang untuk memperluas penggunaan teknologi AI perusahaan dalam lingkungan kerja profesional. Dengan menggabungkan perangkat wearable dan layanan berbasis langganan, Meta berharap dapat menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat ekosistem AI mereka. Perusahaan bahkan dilaporkan menargetkan penjualan hingga 10 juta unit perangkat wearable pada paruh kedua tahun 2026, menunjukkan besarnya ambisi Meta dalam pasar perangkat pintar berbasis kecerdasan buatan.





Leave a Reply