Asal Usul Merah Putih Dari Panji Kerajaan Nusantara
vikaspota.com – Bendera Merah Putih yang menjadi lambang negara Indonesia memiliki jejak panjang dari masa kerajaan Nusantara. Warna merah dan putih diyakini telah digunakan sebagai panji pasukan kerajaan sejak berabad-abad lalu. Sejumlah catatan sejarah menunjukkan bahwa bendera ini bukan sekadar simbol modern, melainkan warisan budaya yang mengakar.
Menurut Sejarah Nasional Indonesia, warna merah putih digunakan oleh berbagai kerajaan di Jawa. Kakawin Pararaton menggambarkan pasukan Gelang-gelang mengibarkan panji merah putih saat menyerang Singhasari. Hal ini menunjukkan bahwa warna tersebut telah dikenal luas bahkan sebelum berdirinya Majapahit.
“Baca juga: Membuat Program Prabowo-Gibran Lebih Maksimal“ [3]
Peran Kerajaan Majapahit Dalam Penyatuan Nusantara
Kerajaan Majapahit menjadi salah satu kerajaan besar yang identik dengan penggunaan panji merah putih. Pada abad ke-13, Majapahit berhasil menyatukan wilayah Nusantara melalui Sumpah Palapa yang dikumandangkan Gajah Mada.
Warna merah putih digunakan sebagai simbol kejayaan dan kekuatan pasukan Majapahit. Bendera ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda perang, tetapi juga sebagai lambang persatuan di bawah kekuasaan kerajaan. Jejak penggunaan warna ini memperkuat dugaan bahwa merah putih telah menjadi identitas kolektif sejak lama.
Selain Majapahit, beberapa kerajaan lain juga diduga memakai warna serupa. Penggunaan ini menandakan bahwa merah dan putih telah lama menjadi simbol keberanian, kemurnian, dan persatuan masyarakat Nusantara.
Dari Warisan Kerajaan Menjadi Simbol Kemerdekaan
Warna merah dan putih terus bertahan melewati berbagai zaman hingga akhirnya dikukuhkan sebagai bendera negara Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, Merah Putih dikibarkan di Jakarta sebagai tanda resmi kemerdekaan.
Sejarawan menyebut bahwa pengadopsian warna ini bukan kebetulan, melainkan kesinambungan sejarah panjang. Merah melambangkan keberanian, sedangkan putih menggambarkan kesucian. Dua warna itu merepresentasikan nilai fundamental bangsa Indonesia.
Hingga kini, bendera Merah Putih bukan hanya simbol negara, tetapi juga pengingat akan jejak sejarah panjang perjuangan. Dari panji kerajaan hingga simbol kemerdekaan, bendera ini menjadi perekat identitas nasional yang diwariskan lintas generasi.
Jejak Merah Putih Dari Mitologi, Perlawanan Rakyat, Hingga Proklamasi
Bendera Merah Putih yang kini berkibar sebagai lambang negara memiliki sejarah panjang dan sarat makna. Jejak penggunaannya berawal dari teknik pewarnaan tekstil di Indonesia purba. Kain putih dihasilkan dari serat kapuk atau kapas, sementara warna merah diperoleh dari bahan alami seperti daun jati, bunga belimbing wuluh, hingga kulit manggis.
Simbol merah dan putih tidak hanya melekat pada pasukan Majapahit, tetapi juga berakar dalam mitologi Austronesia. Merah melambangkan bumi atau tanah, sementara putih melambangkan langit. Dua warna ini mencerminkan harmoni kosmologis antara manusia dengan alam semesta.
Dalam perjalanan sejarah, Merah Putih kembali muncul pada masa perjuangan Sisingamangaraja IX dan XII di Tanah Batak. Bendera perang pasukan mereka berwarna merah putih dengan simbol pedang kembar putih, melambangkan pusaka piso gaja dompak peninggalan leluhur. Di era Pangeran Diponegoro, warna merah putih juga digunakan sebagai lambang perlawanan dalam Perang Jawa melawan kolonial Belanda.
Pada awal abad ke-20, bendera merah putih semakin identik dengan pergerakan nasionalis. Para mahasiswa dan organisasi kepemudaan menjadikan Merah Putih sebagai simbol perjuangan. Bendera ini berkibar di Jawa pada 1928 saat Sumpah Pemuda, meski penggunaannya sempat dilarang oleh pemerintah kolonial.
Akhirnya, pada 17 Agustus 1945, Merah Putih diresmikan sebagai bendera nasional dalam proklamasi kemerdekaan. Sejak saat itu, bendera ini menjadi lambang kedaulatan, persatuan, dan semangat perjuangan bangsa Indonesia. Jejak panjang Merah Putih menunjukkan bahwa bendera ini tidak sekadar simbol negara, melainkan warisan sejarah yang mengikat identitas bangsa lintas generasi.
“Baca juga: Buah Penurun Kolesterol yang Harus Kamu Coba Setelah Idul Adha“ [2]





Leave a Reply