vikaspota.com – Kabar kembalinya TikTok di India kembali mengemuka setelah sejumlah pengguna mengaku bisa mengakses situs TikTok tanpa VPN. Beberapa media lokal melaporkan bahwa situs resmi TikTok sempat bisa dimuat secara normal pada Jumat, 22 Agustus 2025. Klaim tersebut menimbulkan spekulasi bahwa larangan terhadap aplikasi video pendek asal Tiongkok ini mungkin telah dicabut.
“Baca Juga: Robot Kehamilan Buatan China Bisa Kandung dan Lahirkan Bayi”
Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat TikTok telah resmi dilarang oleh pemerintah India sejak Juni 2020. Saat itu, ketegangan geopolitik antara India dan Tiongkok mendorong pelarangan lebih dari 50 aplikasi yang dikaitkan dengan pemerintah Tiongkok, termasuk TikTok. Alasan utama pelarangan adalah dugaan ancaman terhadap keamanan dan kedaulatan digital India.
Namun, tampaknya akses ke situs TikTok di India tidak berkaitan dengan pencabutan larangan secara resmi. Pemerintah India dan pihak TikTok segera memberikan klarifikasi.
TikTok Tegaskan Larangan Masih Berlaku dan Tidak Ada Pemulihan Akses
Menanggapi kabar yang beredar, juru bicara TikTok menegaskan bahwa perusahaan belum membuka kembali akses ke layanan mereka di India. Ia menegaskan bahwa TikTok masih tunduk pada larangan yang diberlakukan oleh pemerintah India sejak 2020.
“Kami belum memulihkan akses ke TikTok di India dan terus mematuhi arahan Pemerintah India,” ujar juru bicara tersebut, seperti dikutip TechCrunch pada Minggu, 24 Agustus 2025.
Pernyataan serupa disampaikan oleh pejabat senior dari Kementerian Informasi dan Teknologi India. Ia menegaskan bahwa pemerintah belum melakukan tindakan apa pun untuk mencabut larangan TikTok. Penutupan akses tetap dijalankan berdasarkan Pasal 69A Undang-Undang Teknologi Informasi India.
Pasal tersebut memberi kewenangan kepada pemerintah untuk memblokir akses terhadap konten atau platform digital yang dianggap mengancam keamanan nasional atau kepentingan umum.
Dugaan Akses Sementara Disebabkan Kesalahan Teknis Jaringan
Kemunculan kembali situs TikTok kemungkinan besar disebabkan oleh kesalahan konfigurasi pada sistem penyedia layanan internet di India. Beberapa sumber menyebutkan bahwa hal ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada September 2022, insiden serupa sempat membuat beberapa pengguna bisa mengakses TikTok secara singkat.
Menurut laporan TechCrunch, kala itu sejumlah penyedia layanan internet tidak sengaja membuka blokir terhadap situs-situs yang dilarang, termasuk TikTok. Kesalahan tersebut muncul saat penyedia layanan menerapkan pembaruan sistem atau patch, yang secara tidak sengaja mengabaikan pembatasan akses.
Kejadian terbaru pada Agustus 2025 diduga berasal dari kesalahan teknis serupa, bukan sinyal bahwa aplikasi akan kembali tersedia secara resmi.
TikTok Masih Dilarang karena Ketegangan Politik dan Masalah Keamanan
Latar belakang larangan TikTok di India berkaitan erat dengan konflik geopolitik antara India dan Tiongkok. Ketegangan meningkat pada pertengahan 2020, setelah insiden perbatasan berdarah di wilayah Ladakh. Sebagai respons, pemerintah India melarang lebih dari 50 aplikasi asal Tiongkok, termasuk TikTok, WeChat, dan UC Browser.
Pemerintah menilai aplikasi-aplikasi tersebut mengumpulkan data pengguna secara berlebihan dan mengirimkannya ke server luar negeri. Risiko kebocoran data dan potensi penyalahgunaan informasi pribadi menjadi alasan utama pelarangan.
TikTok, yang sempat memiliki lebih dari 200 juta pengguna aktif di India, kehilangan pasar terbesar di luar Tiongkok akibat kebijakan ini. Hingga kini, perusahaan belum berhasil mendapatkan izin untuk kembali beroperasi di India.
“Baca Juga: Erick Thohir Serah Terima Jabatan Menpora dari Dito”
Tidak Ada Tanda Resmi Kembalinya TikTok ke Pasar India
Meskipun insiden ini memicu harapan bagi sebagian pengguna, tidak ada indikasi bahwa TikTok akan segera kembali ke India. Baik pihak TikTok maupun pemerintah India menegaskan bahwa larangan masih berlaku dan belum ada proses hukum untuk mencabutnya.
Pemerintah India tetap fokus menjaga keamanan digital dan kedaulatan data nasional. Sementara itu, TikTok menghadapi tantangan serupa di negara lain, termasuk Amerika Serikat, di mana kekhawatiran atas privasi dan pengaruh Tiongkok terus dibahas secara aktif.
Melihat situasi ini, kecil kemungkinan TikTok akan kembali secara resmi ke pasar India dalam waktu dekat. Pengguna diharapkan tetap waspada terhadap kabar yang belum diverifikasi, dan tidak menggunakan metode ilegal untuk mengakses platform yang dilarang. Jika ke depan ada perubahan kebijakan, informasi resmi akan disampaikan langsung oleh pemerintah India atau pihak TikTok.





Leave a Reply