Mita The Virgin Berduka, Ibunda Wafat Setelah Dua Tahun Lawan Kanker
vikaspota.com –Ibunda Mita Musisi Cameria Happy Pramita, dikenal sebagai Mita The Virgin, tengah berduka. Ibunda tercinta, Emmy Sofyana, meninggal dunia setelah dua tahun berjuang melawan kanker paru. Kabar duka ini menjadi perhatian publik, terutama para penggemar Mita, yang mengenalnya sebagai gitaris dan vokalis dari duo musik The Virgin.
Kepergian sang ibunda terjadi pada Jumat, 27 Juni 2025, di Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais, Jakarta Barat, pukul 16.36 WIB. Kabar tersebut pertama kali dibagikan oleh sahabat Mita, @marlenasherly, melalui unggahan Instagram Story, yang kemudian diunggah ulang oleh Mita.
“Baca Juga : Kebakaran di Kemayoran Habiskan Segala Harta”
Ibunda Mita Kabar Duka Disampaikan Melalui Media Sosial Sahabat Dekat
Informasi mengenai wafatnya Emmy Sofyana disampaikan lewat unggahan akun Instagram sahabat Mita, yang menuliskan doa dan ucapan belasungkawa.
“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah ibunda dari @mitathevirgin, Ny. Emmy Sofyana binti Mulan di RSK Dharmais pukul 16.36 WIB,” tulis unggahan tersebut.
Unggahan itu juga menyampaikan permintaan maaf jika almarhumah memiliki kesalahan semasa hidupnya dan doa agar amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Jenazah almarhumah akan disemayamkan di rumah duka Magnolia Residence, Tangerang. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jadwal pemakaman. Mita dan keluarga saat ini tengah berduka dan meminta waktu untuk beristirahat dan berkabung secara pribadi.
Mita The Virgin Terus Dapat Dukungan dari Publik dan Rekan Sejawat
Ibunda Mita Ungkapan belasungkawa pun terus mengalir dari rekan-rekan sesama musisi dan penggemar. Banyak yang memberikan dukungan moral kepada Mita di masa sulit ini.
Mita The Virgin selama ini dikenal dekat dengan ibunya. Dalam berbagai wawancara, ia sering menyebut sang ibu sebagai sosok yang kuat dan penyemangat utama dalam karier bermusiknya.
Kabar duka ini menambah daftar publik figur yang kehilangan orang tercinta akibat kanker. Menurut data WHO, kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi secara global. Penanganan dini dan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam proses penyembuhan.
Kehilangan orang tua adalah pukulan berat. Namun, melalui dukungan orang-orang terdekat, Mita diharapkan bisa kembali bangkit. Para penggemar pun terus memberikan semangat lewat media sosial, menunjukkan solidaritas atas kehilangan mendalam yang dirasakan sang musisi.
Mita The Virgin Kehilangan Ibunda Tercinta Setelah Dua Tahun Dampingi Lawan Kanker
Musisi Mita The Virgin tengah dilanda duka mendalam. Ibunda tercintanya, Emmy Sofyana, meninggal dunia pada Jumat, 27 Juni 2025. Almarhumah menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Kanker (RSK) Dharmais, Jakarta Barat, pukul 16.36 WIB. Mita yang dikenal sebagai gitaris dan vokalis The Virgin, selama dua tahun terakhir setia mendampingi sang ibu menjalani pengobatan kanker paru-paru.
Sejak didiagnosis pada 2023, Emmy Sofyana menjalani serangkaian perawatan intensif. Mita kerap menemani ibunya bolak-balik rumah sakit, termasuk saat menjalani kemoterapi. Dalam berbagai kesempatan, Mita menunjukkan ketegaran dan tetap menyampaikan harapan akan kesembuhan sang ibu. Ia juga aktif membagikan pesan dukungan kepada pengikutnya di media sosial yang tengah mengalami situasi serupa.
Kabar wafatnya ibunda Mita pertama kali dibagikan oleh sahabat dekat, Marlen Asharly, melalui unggahan Instagram Story. “Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah ibunda dari @mitathevirgin, Ny. Emmy Sofyana binti Mulan,” tulis Marlen. Ia juga mengajak publik untuk mendoakan dan memaafkan almarhumah, yang semasa hidup dikenal sebagai pribadi hangat dan sederhana.
Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka Magnolia Residence, Tangerang. Belum ada informasi pasti soal jadwal pemakaman. Namun keluarga meminta ruang untuk berduka secara pribadi. Sejumlah rekan artis, penggemar, dan kerabat telah mengirimkan ucapan belasungkawa serta dukungan moral untuk Mita.
Kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi kedua akibat kanker di Indonesia menurut data Globocan 2020. Dukungan keluarga dan pendampingan emosional terbukti penting dalam proses perawatan pasien kanker. Perjuangan Mita selama dua tahun terakhir mencerminkan besarnya dedikasi dan kasih seorang anak.
Kehilangan ini tentu menjadi pukulan berat bagi Mita. Namun semangatnya dalam memberi inspirasi bagi orang lain tetap menjadi kekuatan tersendiri. Banyak pihak berharap Mita dapat segera pulih dari duka dan melanjutkan kiprah musiknya dengan semangat baru, mengenang cinta dan perjuangan sang ibu.





Leave a Reply