vikaspota.com – Setelah cukup lama menghilang dari sorotan publik, Star Wars: Fate of the Old Republic kembali menjadi pembicaraan komunitas gamer. Informasi terbaru akhirnya mengungkap pihak yang berada di balik pendanaan proyek RPG tersebut.
Game ini sebelumnya sempat muncul melalui teaser singkat pada ajang The Game Awards 2025. Namun setelah pengumuman awal itu, hampir tidak ada perkembangan baru yang dibagikan kepada publik selama beberapa bulan.
Kini, laporan terbaru dari Bloomberg mengungkap fakta baru mengenai proyek tersebut. Pendanaan game ternyata melibatkan perusahaan baru bernama GreaterThan Group atau GTG.
“Baca Juga: Mode PVE Permanen Arena Breakout Rilis Juli 2026″
Perusahaan itu didirikan oleh mantan eksekutif NetEase bernama Simon Zhu. Menariknya, hingga saat ini GTG hanya memiliki satu proyek utama dalam portofolio mereka, yaitu Star Wars: Fate of the Old Republic.
Kabar tersebut langsung menarik perhatian komunitas penggemar RPG dan Star Wars. Banyak pemain penasaran dengan arah pengembangan proyek yang sejak awal disebut membawa nuansa klasik ala BioWare lawas.
Kehadiran nama mantan petinggi NetEase juga menambah perhatian terhadap proyek tersebut. Dukungan finansial besar dinilai menjadi faktor penting dalam pengembangan RPG berskala ambisius di industri modern.
GreaterThan Group Siapkan Dana Besar Untuk Proyek Perdana
Menurut laporan Bloomberg, GreaterThan Group telah berhasil mengamankan pendanaan awal sebesar USD 100 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan Star Wars: Fate of the Old Republic.
Nominal itu tergolong besar untuk sebuah studio baru dengan proyek perdana. Hal tersebut memperlihatkan tingkat kepercayaan investor terhadap tim pengembang dan potensi franchise Star Wars.
Meski begitu, pengembangan game AAA modern memang membutuhkan biaya yang terus meningkat. RPG naratif berskala besar biasanya memerlukan investasi tinggi untuk penulisan cerita, pengembangan dunia, dan kualitas produksi visual.
GTG tampaknya ingin membangun proyek jangka panjang melalui franchise ini. Dengan hanya memiliki satu proyek utama saat ini, fokus perusahaan sepenuhnya tertuju pada Fate of the Old Republic.
Keterlibatan Simon Zhu juga cukup menarik perhatian industri. Sebagai mantan eksekutif NetEase, ia memiliki pengalaman panjang dalam bisnis game global dan pengembangan proyek besar.
Keputusan mendanai RPG single player berbasis naratif juga terasa cukup berbeda di tengah tren industri modern. Banyak publisher besar saat ini lebih fokus pada game live service dan multiplayer kompetitif.
Casey Hudson Pimpin Tim Veteran BioWare Untuk RPG Baru
Star Wars: Fate of the Old Republic diketahui sedang dikembangkan oleh Arcanaut Studios. Studio tersebut dipimpin oleh Casey Hudson, sosok yang dikenal sebagai mantan tokoh penting BioWare.
Hudson memiliki sejarah panjang dalam pengembangan RPG legendaris. Namanya sangat identik dengan franchise Mass Effect dan berbagai proyek besar BioWare di masa lalu.
Dalam laporan terbaru, Hudson disebut telah merekrut sejumlah veteran BioWare untuk membantu pengembangan game ini. Tim tersebut diharapkan mampu menghadirkan kualitas naratif khas RPG klasik BioWare.
Banyak penggemar berharap proyek ini dapat mengembalikan nuansa RPG Star Wars klasik seperti Star Wars: Knights of the Old Republic. Franchise tersebut hingga kini masih dianggap sebagai salah satu RPG terbaik sepanjang masa.
Pendekatan berbasis cerita mendalam dan pilihan pemain tampaknya akan menjadi fokus utama proyek baru ini. Hal tersebut sesuai dengan filosofi desain yang selama ini melekat pada Casey Hudson dan tim veteran BioWare.
Komunitas RPG modern memang masih memiliki minat besar terhadap game berbasis naratif berkualitas tinggi. Karena itu, proyek ini langsung mendapat perhatian sejak teaser pertamanya muncul.
Casey Hudson Tolak Penggunaan AI Generatif Dalam Pengembangan
Meski industri game mulai ramai menggunakan AI generatif, Casey Hudson mengambil pendekatan berbeda untuk proyek ini. Ia menegaskan timnya tidak berencana menggunakan AI generatif dalam proses pengembangan game.
Menurut Hudson, teknologi tersebut terasa “creatively soulless” atau kehilangan jiwa kreatif. Pernyataan itu langsung menarik perhatian karena datang di tengah tren penggunaan AI yang semakin luas di industri game modern.
Banyak studio kini mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat proses pembuatan asset, concept art, dan dialog. Namun, Hudson tampaknya ingin mempertahankan pendekatan kreatif tradisional berbasis sentuhan manusia.
Keputusan tersebut juga sejalan dengan citra RPG klasik BioWare yang dikenal kuat pada kualitas penulisan cerita dan karakter. Hudson tampaknya ingin memastikan identitas kreatif proyek tetap terjaga.
Selain itu, ia juga menegaskan game ini tidak akan berfokus pada durasi ratusan jam seperti tren RPG modern saat ini. Menurut Hudson, fokus utama berada pada replayability dan jalur cerita bercabang.
Pendekatan itu memungkinkan pemain mendapatkan pengalaman berbeda pada setiap playthrough. Sistem pilihan cerita tampaknya akan menjadi elemen utama dalam desain game ini.
“Baca Juga: MediaTek Dimensity 9600 Hadirkan Upgrade CPU dan GPU”
Fate of the Old Republic Targetkan Rilis Sebelum 2030
Meski detail gameplay masih sangat minim, Casey Hudson memastikan proyek ini ditargetkan rilis sebelum tahun 2030. Pernyataan tersebut memberikan gambaran awal mengenai skala pengembangan game yang sedang berlangsung.
Dengan tim yang relatif kecil dibanding studio AAA besar lain, Arcanaut Studios tampaknya mengambil pendekatan pengembangan lebih fokus dan terarah. Hudson juga menekankan pentingnya kualitas pengalaman bermain dibanding sekadar ukuran konten.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari sebagian penggemar RPG. Banyak pemain modern mulai merasa lelah dengan game berdurasi terlalu panjang tanpa fokus naratif yang kuat.
Star Wars: Fate of the Old Republic kini dipandang sebagai salah satu proyek RPG paling menarik yang sedang dikembangkan. Kombinasi veteran BioWare, franchise Star Wars, dan fokus naratif membuat ekspektasi komunitas cukup tinggi.
Meski perjalanan menuju perilisan masih panjang, dukungan finansial besar memberi sinyal positif terhadap stabilitas proyek. Kehadiran veteran industri juga meningkatkan harapan terhadap kualitas akhir game tersebut.
Untuk saat ini, komunitas masih menunggu detail gameplay dan dunia yang akan dihadirkan dalam Fate of the Old Republic. Namun, proyek ini sudah berhasil menarik perhatian besar sebagai calon penerus spiritual RPG klasik BioWare.





Leave a Reply