vikaspota.com – DLSS 5 menjadi pembahasan hangat setelah sejumlah file fitur tersebut diduga bocor dari NBA 2K27. File yang seharusnya hadir pada periode mendatang kemudian ditemukan oleh komunitas.
Kebocoran tersebut membuat gamer mulai menguji teknologi terbaru NVIDIA pada berbagai perangkat keras. Pengujian juga dilakukan pada platform yang tidak menggunakan GPU GeForce secara langsung.
Salah satu pengujian menarik dilakukan pada perangkat Apple dengan chip M5 Pro. Pengujian tersebut dilakukan oleh pengguna Reddit bernama AnyPomelo3352 di subreddit r/macgaming.
Ia mencoba menjalankan DLSS 5 pada Apple Silicon menggunakan ReShade dan Game Porting Toolkit 4.0b2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa teknologi tersebut memang dapat dijalankan dalam konfigurasi tersebut.
Namun, kemampuan menjalankan fitur tidak serta-merta menghasilkan performa yang tinggi. Pengujian tersebut justru memperlihatkan keterbatasan besar pada sisi frame rate dan latency.
“Baca Juga: Smart Plug Xiaomi Baru Dukung Beban Maksimal 2.500W”
DLSS 5 sendiri menjadi perhatian karena membawa pendekatan Neural Rendering NVIDIA. Teknologi tersebut memanfaatkan pemrosesan berbasis kecerdasan buatan untuk menghasilkan peningkatan visual tertentu.
Dalam pengujian pada M5 Pro, peningkatan kualitas pencahayaan terlihat menjadi salah satu hasil yang menonjol. Neural Rendering mampu memberikan tampilan lighting yang dinilai lebih baik.
Namun, peningkatan visual tersebut harus dibandingkan dengan konsekuensi performanya. Sistem menghasilkan frame rate yang sangat rendah ketika fitur DLSS 5 diaktifkan.
Kondisi tersebut membuat pengujian pada Apple Silicon menjadi menarik bagi komunitas teknologi. Pasalnya, Apple menggunakan arsitektur GPU yang berbeda dari GPU NVIDIA yang menjadi target utama teknologi DLSS.
Hasil tersebut juga belum dapat digunakan untuk menilai kemampuan DLSS 5 secara keseluruhan. Pengujian dilakukan menggunakan metode tidak resmi dan konfigurasi perangkat lunak tertentu.
Karena file DLSS 5 yang digunakan berasal dari kebocoran, implementasi yang diuji juga belum tentu mencerminkan versi final. Performa dapat berubah ketika fitur tersebut tersedia secara resmi.
Meski begitu, pengujian komunitas memberikan gambaran awal mengenai tantangan menjalankan teknologi Neural Rendering pada platform berbeda.
Apple M5 Pro Hanya Menghasilkan 2,32 FPS Saat DLSS 5 Aktif
Pengujian yang dilakukan AnyPomelo3352 menunjukkan hasil yang cukup ekstrem pada Apple M5 Pro. Chip tersebut memiliki GPU dengan 16 core dalam konfigurasi yang digunakan.
Saat DLSS 5 diaktifkan, sistem hanya mampu menghasilkan sekitar 2,32 frame per detik. Pengujian tersebut dilakukan pada resolusi 1400p.
Angka tersebut menunjukkan bahwa proses rendering menjadi sangat berat ketika teknologi tersebut dijalankan. Frame rate yang rendah membuat pengalaman interaktif menjadi tidak praktis.
Selain frame rate, latency input juga menjadi masalah utama. Pengujian mencatat latency sekitar 240 milidetik ketika DLSS 5 digunakan.
Latency sebesar itu dapat memberikan respons kontrol yang sangat lambat. Kondisi tersebut menjadi masalah besar terutama untuk game yang membutuhkan respons cepat dari pemain.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kualitas visual bukan satu-satunya faktor yang menentukan pengalaman bermain. Teknologi rendering juga harus mampu menghasilkan frame dengan cepat dan mempertahankan respons input.
Dalam pengujian tersebut, M5 Pro memang mampu menjalankan teknologi DLSS 5. Namun, kemampuan tersebut datang dengan konsekuensi performa yang sangat besar.
Hasil ini juga memperlihatkan perbedaan antara kompatibilitas perangkat lunak dan dukungan hardware. Sebuah teknologi dapat berjalan secara teknis tanpa menghasilkan performa yang optimal.
Apple M5 Pro menggunakan GPU terintegrasi dalam sistem chip. Arsitektur tersebut berbeda dari GPU NVIDIA yang dirancang untuk menjalankan berbagai teknologi akselerasi AI milik perusahaan.
Perbedaan arsitektur menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika membandingkan performa. DLSS dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik perangkat keras NVIDIA.
Pengujian pada Apple Silicon karena itu menjadi kasus khusus. Hasilnya tidak dapat disamakan dengan performa pada GPU NVIDIA yang mendukung teknologi tersebut secara native.
Selain itu, penggunaan ReShade dan Game Porting Toolkit juga menambahkan lapisan kompatibilitas. Lapisan tersebut dapat memengaruhi efisiensi pemrosesan dan hasil akhir pengujian.
Karena pengujian belum menggunakan implementasi resmi, angka 2,32 FPS dan 240ms latency belum dapat dianggap sebagai gambaran final. Hasil tersebut lebih tepat dipahami sebagai hasil eksperimen komunitas.
Neural Rendering Tingkatkan Visual tetapi Bebani Sistem Apple
Salah satu hasil yang terlihat dari pengujian tersebut adalah peningkatan kualitas pencahayaan. Neural Rendering NVIDIA mampu memberikan perubahan visual yang menjadi bagian utama DLSS 5.
Teknologi tersebut menggunakan pendekatan berbasis AI untuk menghasilkan elemen visual tertentu. Pendekatan tersebut berbeda dari teknik rendering tradisional yang sepenuhnya mengandalkan rasterisasi atau ray tracing.
Dalam pengujian pada M5 Pro, peningkatan lighting terlihat meskipun performa keseluruhan sangat rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian fungsi teknologi dapat berjalan pada platform Apple.
Namun, proses tersebut membutuhkan sumber daya komputasi yang besar dalam konfigurasi pengujian. Akibatnya, GPU M5 Pro tidak mampu mempertahankan frame rate yang memadai.
Pengguna Reddit yang melakukan pengujian menduga penyebab utamanya berkaitan dengan perangkat keras Apple. Menurut asumsi tersebut, Apple tidak memiliki komponen khusus untuk menjalankan tugas rendering AI yang dibutuhkan DLSS 5.
Dugaan tersebut merupakan interpretasi dari pengujian komunitas. Penyebab teknis sebenarnya belum dapat dipastikan hanya berdasarkan satu eksperimen.
Arsitektur GPU Apple dan NVIDIA memang memiliki perbedaan mendasar. NVIDIA mengembangkan sejumlah teknologi AI dengan dukungan perangkat keras yang terintegrasi pada lini GPU GeForce.
Apple juga memiliki akselerasi perangkat keras untuk berbagai beban kerja machine learning. Namun, dukungan tersebut tidak otomatis berarti kompatibel secara native dengan seluruh teknologi AI NVIDIA.
Perbedaan perangkat keras dapat memengaruhi cara sebuah teknologi diterjemahkan melalui lapisan kompatibilitas. Hal tersebut menjadi semakin penting ketika fitur membutuhkan pemrosesan AI secara intensif.
Penggunaan Game Porting Toolkit juga menunjukkan adanya proses translasi untuk menjalankan perangkat lunak tertentu. Proses tambahan tersebut berpotensi memberikan overhead dibandingkan implementasi native.
Karena itu, hasil pengujian M5 Pro tidak menunjukkan bahwa Neural Rendering NVIDIA selalu membutuhkan GPU NVIDIA. Pengujian hanya memperlihatkan bahwa implementasi yang digunakan dapat berjalan dengan konsekuensi performa besar.
ReShade dan Game Porting Toolkit Menjadi Bagian Pengujian
DLSS 5 pada Apple Silicon tidak dijalankan melalui dukungan native seperti pada perangkat NVIDIA. Pengguna memanfaatkan ReShade dan Game Porting Toolkit 4.0b2 untuk menjalankan pengujian.
ReShade merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menerapkan berbagai efek visual pada game. Sementara itu, Game Porting Toolkit dirancang untuk membantu menjalankan perangkat lunak game tertentu pada platform Apple.
Kombinasi tersebut membuat pengujian menjadi berbeda dari konfigurasi PC Windows dengan GPU NVIDIA. Terdapat beberapa lapisan perangkat lunak yang dapat memengaruhi proses rendering.
Hal ini penting ketika menafsirkan hasil 2,32 FPS. Angka tersebut tidak semata-mata menunjukkan kemampuan GPU M5 Pro dalam melakukan rendering.
Beban tambahan dari kompatibilitas juga dapat memengaruhi hasil. Driver, implementasi API, shader, serta metode penerjemahan instruksi dapat menjadi faktor dalam performa.
Latency 240ms juga perlu dipahami dalam konteks yang sama. Angka tersebut merupakan hasil dari konfigurasi pengujian tertentu, bukan representasi kemampuan Apple M5 Pro secara umum.
M5 Pro sendiri dirancang sebagai sistem chip dengan CPU dan GPU terintegrasi. Kemampuan grafisnya ditujukan untuk berbagai kebutuhan komputasi dan aplikasi kreatif.
Namun, DLSS 5 merupakan teknologi yang memiliki hubungan erat dengan ekosistem NVIDIA. Dukungan optimalnya membutuhkan integrasi antara perangkat keras, driver, dan perangkat lunak.
Karena itu, menjalankan teknologi tersebut melalui lapisan kompatibilitas dapat menghasilkan hasil yang berbeda. Performa native dan performa melalui translation layer tidak dapat dibandingkan secara langsung.
Pengujian komunitas tetap memiliki nilai karena menunjukkan batas kompatibilitas teknologi tersebut. Hasil tersebut juga memberikan bahan diskusi mengenai penerapan Neural Rendering pada arsitektur GPU berbeda.
“Baca Juga: Honor Hadirkan Tablet 13 Inci dengan Layar 120Hz”
Performa DLSS 5 di M5 Pro Masih Perlu Pengujian Lanjutan
Pengujian DLSS 5 pada Apple M5 Pro menunjukkan bahwa teknologi tersebut dapat dijalankan melalui konfigurasi tertentu. Namun, hasil performanya masih jauh dari tingkat yang dibutuhkan untuk pengalaman bermain nyaman.
Pada resolusi 1400p, pengujian mencatat sekitar 2,32 FPS. Latency input juga mencapai sekitar 240ms ketika DLSS 5 diaktifkan.
Di sisi visual, Neural Rendering mampu menunjukkan peningkatan pada pencahayaan. Namun, peningkatan tersebut harus dibayar dengan penurunan performa yang sangat besar.
Hasil tersebut memperlihatkan tantangan menjalankan teknologi NVIDIA pada platform dengan arsitektur berbeda. Dukungan perangkat lunak saja belum cukup untuk menjamin performa optimal.
Dugaan mengenai absennya akselerasi khusus pada perangkat Apple masih perlu dibuktikan melalui pengujian teknis lebih mendalam. Faktor kompatibilitas software juga tidak dapat diabaikan.
ReShade dan Game Porting Toolkit 4.0b2 menjadi bagian penting dalam konfigurasi pengujian. Karena itu, hasil tersebut belum dapat dianggap sebagai representasi performa native Apple M5 Pro.
Selain itu, file DLSS 5 yang digunakan berasal dari kebocoran NBA 2K27. Versi tersebut dapat berbeda dari implementasi yang nantinya dirilis secara resmi.
Pengembang juga masih dapat melakukan optimasi terhadap sistem rendering sebelum peluncuran. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi frame rate dan latency pada berbagai perangkat.
Untuk saat ini, pengujian tersebut lebih tepat dianggap sebagai eksperimen awal komunitas. Hasilnya memberikan gambaran mengenai tantangan DLSS 5 ketika digunakan di luar ekosistem GPU NVIDIA.
Pengujian lanjutan pada lebih banyak perangkat akan memberikan informasi yang lebih representatif. Perbandingan tersebut dapat membantu melihat pengaruh arsitektur GPU dan lapisan kompatibilitas terhadap performa.
Dengan demikian, DLSS 5 di Apple M5 Pro memang menunjukkan hasil yang buruk dalam eksperimen tersebut. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menggambarkan kemampuan teknologi secara keseluruhan.
Pengguna tetap perlu menunggu implementasi resmi dan pengujian independen setelah DLSS 5 tersedia secara luas. Informasi tersebut akan memberikan dasar yang lebih kuat untuk menilai performa sebenarnya.





Leave a Reply