vikaspota.com – Pemerintah China resmi melarang perusahaan teknologi besar di negaranya untuk membeli chip kecerdasan buatan (AI) buatan Nvidia. Larangan ini tidak hanya berlaku untuk pembelian baru, tetapi juga mencakup pembatalan pesanan yang sudah dilakukan. Menurut laporan Financial Times, kebijakan tersebut dikeluarkan oleh Cyberspace Administration of China (CAC), yang meminta perusahaan seperti ByteDance, Alibaba, dan Baidu menghentikan seluruh uji coba dan pembelian chip RTX Pro 6000D. Chip ini sebelumnya dirancang khusus oleh Nvidia untuk mematuhi regulasi ekspor Amerika Serikat ke pasar China.
“Baca Juga: Microsoft Segera Hentikan Dukungan untuk 2 Versi Windows”
Upaya China Kurangi Ketergantungan pada Teknologi Asing Semakin Ketat
Larangan terbaru ini menjadi langkah yang jauh lebih ketat dibandingkan imbauan sebelumnya terhadap chip Nvidia H20. Pemerintah China kini secara aktif mendorong perusahaan teknologi untuk mengalihkan penggunaan chip AI dari Nvidia ke produk buatan dalam negeri. Beberapa perusahaan seperti Huawei, Cambricon, dan Biren Technology sudah diminta untuk melaporkan kinerja chip mereka sebagai alternatif.
Laporan awal menyebut bahwa chip lokal mulai menunjukkan performa kompetitif, bahkan pada beberapa aspek dinilai melampaui chip Nvidia yang masih memenuhi syarat ekspor AS. Hal ini memperkuat posisi pemerintah China dalam menekan dominasi perusahaan asing dan mempercepat kemandirian teknologi nasional di sektor strategis seperti AI.
Nvidia Hadapi Tekanan Tambahan di Tengah Ketegangan Dagang AS–China
CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam wawancara di London, menyatakan kekecewaannya terhadap larangan tersebut. Namun, ia mengaku memahami bahwa langkah ini adalah bagian dari kebijakan strategis nasional China. “China punya prioritas strategis sendiri, dan saya memahami hal itu,” ujar Huang.
Larangan ini menambah tekanan bagi Nvidia, yang sebelumnya sudah menghadapi pembatasan ekspor dari pemerintah AS. Pada April 2025, pemerintah AS sempat melarang ekspor chip Nvidia H20 karena khawatir teknologi tersebut akan digunakan untuk aplikasi militer. Walaupun larangan ini kemudian dilonggarkan pada Juli 2025, AS tetap mensyaratkan bahwa 15 persen dari penjualan chip H20 harus disetor ke pemerintah.
Regulator China Perketat Pengawasan terhadap Nvidia dan Akuisisi Globalnya
Selain melarang pembelian chip, regulator China juga menaruh perhatian pada praktik bisnis Nvidia secara keseluruhan. Salah satu sorotan utama adalah akuisisi Mellanox, produsen chip asal Israel, yang dianggap berpotensi melanggar aturan anti-monopoli di China. Investigasi ini semakin memperburuk hubungan antara Nvidia dan regulator lokal.
China menilai bahwa dominasi Nvidia di sektor AI dan data center harus dikendalikan, terutama di tengah meningkatnya tensi geopolitik dengan Amerika Serikat. Pemerintah juga berupaya menciptakan iklim kompetisi yang lebih sehat bagi pengembang teknologi lokal.
“Baca Juga: Headset XR Samsung Tertunda, Project Moohan Belum Siap Rilis”
Implikasi Jangka Panjang: Persaingan AI Global Memasuki Babak Baru
Langkah tegas China terhadap chip AI Nvidia menandai pergeseran besar dalam dinamika industri semikonduktor global. Di satu sisi, hal ini mempercepat dorongan China untuk mandiri secara teknologi, khususnya di sektor kecerdasan buatan yang dianggap strategis. Di sisi lain, keputusan ini memberikan pukulan terhadap pertumbuhan pasar Nvidia di Asia, yang selama ini menjadi kontributor penting bagi pendapatannya.
Dalam konteks lebih luas, kebijakan ini mencerminkan ketegangan geopolitik antara China dan Amerika Serikat yang semakin merembet ke ranah teknologi tinggi. Jika tren ini berlanjut, kita akan melihat pemisahan ekosistem AI global menjadi dua kutub: satu yang berbasis pada teknologi Barat, dan satu lagi yang didukung penuh oleh inovasi domestik China.
Ke depan, perusahaan global yang bergerak di bidang AI dan chip harus menavigasi lanskap regulasi dan geopolitik dengan lebih hati-hati. Inovasi teknologi tidak lagi cukup — strategi bisnis kini harus sejalan dengan realitas politik internasional yang terus berubah.





Leave a Reply