Bareskrim Tangkap Kurir Jaringan Narkotika Malaysia-Indonesia di Dumai
vikaspota.com – Bareskrim Polri kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran narkotika internasional yang melibatkan sindikat Malaysia–Indonesia. Penangkapan dilakukan di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Riau, pada Kamis (24/7/2025). Dalam operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 38 kilogram sabu dan sekitar 55.000 butir ekstasi.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan bahwa pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat. Informasi menyebutkan adanya rencana penyelundupan narkotika melalui jalur laut di wilayah perairan Bengkalis, Riau. Menindaklanjuti laporan itu, tim langsung bergerak cepat dan menangkap tersangka berinisial HW.
“Pengungkapan kasus peredaran narkotika jaringan Malaysia–Indonesia dengan barang bukti yang diduga jenis sabu sebanyak kurang lebih 38 kg dan ekstasi sebanyak kurang lebih 55.000 butir,” ujar Brigjen Eko.
“Simak juga: 7 Manfaat Luar Biasa Sayur Pare!“ [4]
Tersangka Dijanjikan Imbalan Rp5 Juta per Kilogram Narkoba
Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka HW mengaku hanya bertindak sebagai kurir. Ia mengungkapkan bahwa perintah membawa narkotika berasal dari seseorang berinisial ADT. Menurut pengakuannya, HW diminta mengambil barang di wilayah Dumai dan akan diberikan imbalan sebesar Rp5 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diselundupkan.
“Tersangka HW mengambil narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut di daerah Dumai, Riau. Ia dijanjikan upah per kilonya sebesar Rp5 juta,” terang Brigjen Eko. Polisi kini masih mendalami peran ADT serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Polisi juga menelusuri jalur distribusi serta metode penyelundupan yang digunakan, terutama karena pelaku menggunakan rute laut yang dinilai rawan dan sulit diawasi.
Bareskrim Perkuat Pengawasan Jalur Laut, Selidiki Jaringan Lebih Luas
Pengungkapan kasus ini memperkuat dugaan bahwa jaringan narkotika internasional masih aktif menggunakan jalur laut di wilayah Riau. Wilayah pesisir seperti Dumai dan Bengkalis memang kerap menjadi pintu masuk narkoba dari luar negeri, terutama dari Malaysia.
Bareskrim menyatakan akan meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur perairan rawan penyelundupan. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum setempat serta Bea Cukai juga diperkuat guna mencegah peredaran narkotika.
Brigjen Eko menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu aktor intelektual di balik kasus ini. Selain itu, upaya edukasi dan pelaporan dini dari masyarakat juga dinilai penting dalam memutus rantai peredaran narkoba.
Dengan temuan ini, Bareskrim menunjukkan komitmen untuk menindak tegas semua bentuk penyelundupan narkotika, terutama yang melibatkan jaringan lintas negara.
HW Sudah Empat Kali Angkut Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Tambahan
Tersangka berinisial HW mengaku kepada penyidik bahwa dirinya bukan pertama kali terlibat dalam peredaran narkotika. Ia telah empat kali melakukan penjemputan narkoba atas perintah seorang bandar berinisial ADT, yang diduga sebagai koordinator jaringan narkotika lintas negara Malaysia–Indonesia.
Setiap kali beraksi, HW mengambil barang haram di lokasi yang telah ditentukan oleh ADT. Salah satu titik pengambilan yang disebutkan adalah kawasan Simpang Bangko, Riau. Di lokasi tersebut, narkotika diletakkan oleh pihak lain untuk kemudian diambil oleh HW.
“Barang tersebut akan diletakkan di Simpang Bangko atas perintah saudara ADT (bos) pemilik barang,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kamis (24/7/2025). Pengakuan HW memperkuat dugaan bahwa jaringan ini telah beroperasi cukup lama dan terstruktur.
Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti selain narkotika. Di antaranya enam unit handphone yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan, uang tunai Rp2,6 juta, dan 1.000 ringgit Malaysia. Selain itu, polisi juga menyita tiga kunci mobil dan satu STNK mobil Kijang Innova yang diduga digunakan untuk operasional pengiriman.
Temuan ini membuka peluang lebih besar bagi aparat untuk menelusuri jalur distribusi dan mengidentifikasi pelaku lainnya. Bareskrim menyatakan akan terus mengembangkan kasus ini hingga ke aktor intelektual dan bandar utama. Penanganan serius terhadap jaringan semacam ini sangat penting untuk mencegah peredaran narkoba semakin meluas di Indonesia.
“Baca juga: Buah Penurun Kolesterol yang Harus Kamu Coba Setelah Idul Adha“ [2]





Leave a Reply