vikaspota.com – Pemerintah Tiongkok resmi mengeluarkan pedoman baru untuk menertibkan tren drama pendek atau mikro drama. Aturan ini menyasar konten romansa CEO yang belakangan populer di platform digital. Drama pendek tersebut dikenal luas dengan sebutan dracin. Pemerintah menilai tren ini berpotensi membentuk nilai sosial yang menyimpang. Fokus utama pedoman adalah menghentikan glorifikasi pernikahan berbasis kekayaan dan kekuasaan. Otoritas menegaskan bahwa hubungan personal tidak boleh digambarkan sebagai jalan pintas menuju status sosial tinggi. Langkah ini mencerminkan upaya negara mengarahkan ekosistem konten digital agar lebih sehat dan edukatif.
“Baca Juga: Richard Lee Belum Ditahan, Pemeriksaan Ditunda karena Kesehatan”
Larangan Mengagungkan Pernikahan Berbasis Kekayaan dan Kekuasaan
Pedoman yang diterbitkan menekankan pelarangan narasi pernikahan yang hanya mengejar kekayaan. Konten yang menggambarkan tokoh utama menikah demi status atau harta dinilai merusak nilai sosial. Pemerintah menilai tema tersebut mendorong pandangan materialistis di kalangan penonton muda. Pernikahan dengan keluarga CEO kaya digambarkan sebagai simbol kesuksesan instan. Konsep tersebut kini dinyatakan tidak boleh lagi dipromosikan. Otoritas meminta kreator meninggalkan pola cerita yang menormalisasi ketimpangan sosial. Hubungan romantis diharapkan digambarkan secara setara dan bermartabat. Konten yang mengaitkan cinta dengan akses kekuasaan dinilai tidak sesuai nilai masyarakat.
Kreator Diminta Mengedepankan Realisme dan Nilai Positif
Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok menegaskan pentingnya prinsip realisme dalam produksi dracin. Kreator diminta berhenti membungkus cerita fiktif sebagai kisah nyata. Praktik tersebut dianggap menyesatkan publik dan menciptakan ekspektasi tidak realistis. Pemerintah menilai narasi semacam itu merusak pemahaman masyarakat tentang dunia usaha. Citra pengusaha Tiongkok dikhawatirkan terdistorsi oleh gambaran berlebihan. Pedoman menegaskan pentingnya konsistensi antara cerita dan realitas sosial. Konten hiburan diharapkan tetap memiliki landasan moral dan edukatif. Pemerintah menilai drama digital memiliki pengaruh besar terhadap persepsi publik.
Penekanan pada Kisah Perjuangan Pengusaha yang Autentik
Alih-alih menonjolkan konflik keluarga atau romansa sensasional, kreator diarahkan mengangkat kisah perjuangan. Pemerintah mendorong cerita yang menampilkan proses kerja keras pengusaha Tiongkok. Kisah dapat diambil dari latar sejarah maupun konteks masa kini. Pendekatan ini dinilai lebih mencerminkan realitas dunia bisnis. Pemerintah ingin menampilkan nilai ketekunan, inovasi, dan tanggung jawab sosial. Narasi kesuksesan instan tanpa usaha dinyatakan tidak boleh lagi diajarkan. Tokoh utama dalam drama harus memiliki perjalanan yang logis dan inspiratif. Pendekatan tersebut diharapkan membentuk pemahaman sehat tentang kesuksesan.
“Baca Juga: Meta Bantah Isu Kebocoran Jutaan Data Pengguna Instagram”
Pembatasan Konten Pamer Harta dan Gaya Hidup Hedonis
Pedoman baru secara tegas melarang promosi materialisme dan hedonisme. Konten yang memamerkan harta, kekuasaan, atau gaya hidup mewah dianggap bermasalah. Pemerintah menilai pamer kekayaan hanya untuk menarik perhatian publik harus dihentikan. Drama pendek tidak boleh mengajarkan konsep mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma. Narasi kaya raya dalam semalam tanpa kerja keras dilarang keras. Tema dan karakter utama wajib selaras dengan nilai positif masyarakat Tiongkok. Pemerintah menegaskan bahwa regulasi ini bukan bentuk pembatasan kreativitas. Kebijakan ini diposisikan sebagai upaya menjaga tanggung jawab sosial industri konten. Ke depan, pengawasan terhadap dracin akan diperketat. Kreator diharapkan menyesuaikan diri dengan standar baru tersebut.





Leave a Reply