vikaspota.com – Caviar kembali memperkenalkan perangkat teknologi dengan sentuhan material mewah melalui Ray-Ban Wayfarer II. Perusahaan asal Dubai tersebut menghadirkan kacamata pintar dengan material premium bernilai tinggi. Dua model disiapkan dengan pilihan material berbeda untuk membedakan tingkat kemewahannya.
Caviar dikenal sebagai perusahaan yang memodifikasi berbagai perangkat menjadi produk eksklusif. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah mengerjakan berbagai model iPhone dan Galaxy S. Caviar juga pernah memperkenalkan smartphone bertema legenda sepak bola. Kali ini, perusahaan memilih Ray-Ban Wayfarer II sebagai produk yang mendapatkan sentuhan khusus.
“Baca Juga: Redmi 17 5G Resmi Rilis dengan Layar 6,9 Inci”
Kedua model baru tersebut mengambil inspirasi dari The Odyssey karya penyair Yunani Homer. Tema tersebut terlihat melalui penggunaan motif Yunani pada bagian logam kacamata. Konsep tersebut juga hadir ketika film The Odyssey garapan Christopher Nolan menjadi perhatian di bioskop.
Dua Model Odyssey Menggunakan Material Berbeda
Caviar menghadirkan Ray-Ban Wayfarer II dalam dua model bernama Odyssey dan Odyssey Silver. Model Odyssey menjadi varian standar dengan lapisan emas 24 karat. Material tersebut digunakan sebagai elemen dekoratif pada frame Ray-Ban Wayfarer II.
Sementara itu, Odyssey Silver menggunakan material sterling silver 22 karat. Material tersebut memberikan tampilan berbeda dibandingkan varian dengan lapisan emas. Kedua model tetap menggunakan frame standar Ray-Ban Wayfarer II sebagai basis modifikasi.
Caviar menyebut pengerjaan aksen logam pada kedua model dilakukan secara manual. Perusahaan menyatakan proses tersebut dikerjakan menggunakan tangan manusia, bukan mesin. Setiap pelat logam mendapatkan motif bergaya Yunani yang terinspirasi dari The Odyssey.
Detail tersebut membuat setiap model memiliki karakter visual yang berbeda dari Ray-Ban Wayfarer II standar. Caviar memosisikan produk ini sebagai barang koleksi dengan produksi sangat terbatas. Material premium dan pengerjaan manual menjadi bagian utama dari pendekatan tersebut.
Charging Case Ray-Ban Wayfarer II Turut Mendapat Sentuhan Mewah
Caviar tidak hanya memodifikasi bagian kacamata pintar. Charging case yang digunakan untuk menyimpan perangkat juga mendapatkan perlakuan khusus. Bagian luar charging case tersebut dibungkus menggunakan kulit buaya berwarna hitam.
Penggunaan material tersebut melengkapi pendekatan premium yang diterapkan pada kedua model. Kacamata dan charging case dirancang sebagai satu paket dengan tampilan mewah. Dengan demikian, material eksklusif tidak hanya terlihat ketika kacamata sedang digunakan.
Desain tersebut juga memperkuat posisi Ray-Ban Wayfarer II versi Caviar sebagai produk koleksi. Perusahaan menggabungkan perangkat teknologi konsumen dengan material yang biasanya digunakan pada barang mewah. Pendekatan seperti ini menjadi ciri khas Caviar dalam memodifikasi berbagai gadget.
Hanya 24 Unit Diproduksi untuk Setiap Model
Caviar membatasi produksi kedua model tersebut dalam jumlah sangat sedikit. Masing-masing versi hanya diproduksi sebanyak 24 unit. Jumlah tersebut dipilih sebagai bagian dari konsep The Odyssey yang menjadi inspirasi produknya.
Angka 24 merujuk pada jumlah buku dalam epos The Odyssey karya Homer. Dengan demikian, jumlah produksi tersebut memiliki hubungan langsung dengan tema yang digunakan Caviar. Pendekatan tersebut juga memperkuat karakter koleksi terbatas pada kedua model.
Terbatasnya jumlah produksi membuat produk ini memiliki sasaran pasar yang sangat khusus. Caviar tidak memosisikan Ray-Ban Wayfarer II tersebut sebagai produk massal. Nilai utamanya berada pada material, desain, pengerjaan manual, dan jumlah produksi terbatas.
“Baca Juga: Battlefield 6 Rilis Update untuk Atasi Crash RTX 50″
Spesifikasi Tetap Mengikuti Ray-Ban Wayfarer II
Meskipun tampil berbeda secara eksternal, Caviar tidak mengubah spesifikasi internal Ray-Ban Wayfarer II. Pengguna tetap mendapatkan berbagai fungsi yang tersedia pada perangkat versi standar. Kamera tetap dapat digunakan untuk mengambil foto dan merekam video.
Kacamata tersebut juga dapat digunakan untuk mendengarkan audio melalui speaker. Selain itu, pengguna tetap dapat mengakses asisten suara berbasis AI. Dengan demikian, perubahan Caviar terutama berfokus pada desain dan material eksternal.
Untuk model Odyssey dengan emas 24 karat, Caviar menetapkan harga USD6.130. Harga tersebut setara dengan sekitar Rp109,6 juta berdasarkan konversi yang tercantum. Sementara itu, Odyssey Silver dengan material sterling silver 22 karat dijual seharga USD6.850. Harganya berada di kisaran Rp122,5 juta.
Dengan harga tersebut, kedua model Ray-Ban Wayfarer II menyasar konsumen yang mengutamakan eksklusivitas. Caviar mempertahankan fungsi pintar perangkat sambil mengubahnya menjadi barang koleksi. Produksi terbatas dan material premium menjadi faktor utama yang membedakannya dari versi standar.





Leave a Reply