vikaspota.com – Perseteruan antara pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan kecerdasan buatan Anthropic semakin memanas. Sejumlah perusahaan teknologi besar kini turun tangan untuk membela perusahaan AI tersebut. Asosiasi industri teknologi Information Technology Industry Council mengirimkan surat protes kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada 4 Maret 2026. Organisasi tersebut mewakili sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Nvidia, Amazon, Apple, dan OpenAI. Mereka memprotes keputusan Pentagon yang memberi label Anthropic sebagai “risiko rantai pasok”. Label tersebut biasanya diberikan kepada entitas yang dianggap berpotensi membahayakan sistem militer Amerika Serikat. Para perusahaan teknologi menilai keputusan tersebut dapat menciptakan ketidakpastian bagi industri teknologi. Mereka juga khawatir kebijakan tersebut akan membatasi akses militer AS terhadap teknologi terbaik yang tersedia di sektor swasta.
“Baca Juga: Britney Spears Ditahan Terkait Mengemudi Mabuk”
Industri Teknologi Nilai Label Pentagon Terlalu Berlebihan
CEO ITI Jason Oxman menyatakan bahwa penetapan status risiko rantai pasok seharusnya digunakan secara terbatas. Menurutnya, kebijakan tersebut biasanya diterapkan pada entitas yang dianggap sebagai musuh asing. Ia menilai penggunaan label tersebut terhadap perusahaan teknologi Amerika Serikat tidak tepat. Oxman juga memperingatkan bahwa menghapus teknologi Anthropic dari sistem pemerintah bukanlah proses yang mudah. Banyak sistem pemerintah dan kontraktor pertahanan yang telah mengintegrasikan teknologi AI dalam berbagai layanan mereka. Jika kebijakan tersebut diterapkan, proses penggantian teknologi akan memakan waktu dan biaya besar. Selain itu, langkah tersebut juga berpotensi menghambat inovasi teknologi yang dibutuhkan oleh sektor pertahanan. Karena itu, ITI meminta Pentagon meninjau kembali keputusan tersebut sebelum menimbulkan dampak lebih luas terhadap industri teknologi.
Konflik Bermula dari Perdebatan Etika Penggunaan AI
Kisruh antara Anthropic dan Pentagon sebenarnya telah berlangsung selama beberapa bulan. Inti perdebatan berkaitan dengan batasan penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer. Pentagon meminta perusahaan AI untuk menghapus sejumlah batasan penggunaan teknologi mereka. Pemerintah ingin memasukkan klausul “penggunaan yang sah” dalam operasi militer di medan tempur. Namun Anthropic menolak permintaan tersebut. Perusahaan itu secara tegas melarang penggunaan model AI Claude untuk senjata otonom mematikan. Mereka juga menolak penggunaan teknologi AI untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika Serikat. CEO Anthropic Dario Amodei menegaskan bahwa batasan tersebut merupakan prinsip etika yang tidak dapat dinegosiasikan. Sikap tersebut kemudian memicu konflik dengan pemerintah Amerika Serikat.
Pemerintahan Trump Larang Penggunaan Anthropic di Lembaga Federal
Setelah negosiasi dengan Anthropic gagal, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah tegas. Pemerintah memutuskan melarang penggunaan teknologi Anthropic di seluruh lembaga federal. Kebijakan tersebut disertai masa transisi selama enam bulan. Selain itu, Pentagon juga memerintahkan para pemasok militernya untuk membersihkan teknologi Anthropic dari rantai pasok mereka. Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan industri teknologi. Bahkan perusahaan pesaing seperti OpenAI turut menyatakan keberatan terhadap keputusan tersebut. Pakar kebijakan keamanan nasional OpenAI Connie LaRossa mengatakan perusahaan AI memiliki prinsip etika yang serupa dengan Anthropic. Ia menegaskan bahwa OpenAI juga menolak penggunaan AI untuk pengawasan domestik dan senjata otonom. Karena itu ia menilai label risiko rantai pasok tidak tepat diterapkan pada perusahaan teknologi Amerika.
“Baca Juga: Helldivers 2 Versi PC Dipangkas Hingga 23GB”
Masa Depan Anthropic Bergantung pada Sikap Pemerintah
Di tengah konflik tersebut, tekanan juga muncul dari kalangan investor Anthropic. Beberapa investor besar dilaporkan mencoba melobi pemerintahan Trump untuk meredakan ketegangan. Investor tersebut termasuk CEO Amazon Andy Jassy serta sejumlah perusahaan modal ventura besar. Meski secara terbuka mendukung Anthropic, beberapa investor dilaporkan merasa frustrasi terhadap pendekatan manajemen perusahaan. Mereka menilai CEO Anthropic Dario Amodei terlalu keras dalam menghadapi pejabat Pentagon. Situasi ini membuat Amodei berada dalam posisi sulit. Jika ia mengikuti tuntutan pemerintah, perusahaan berisiko kehilangan kepercayaan dari karyawan dan pengguna. Namun jika tetap mempertahankan prinsipnya, bisnis Anthropic dapat terdampak serius. Saat ini perusahaan sedang mengalami pertumbuhan pesat dengan proyeksi pendapatan tahunan sekitar 19 miliar dolar. Namun label risiko dari Pentagon berpotensi menghambat rencana ekspansi bisnis dan rencana perusahaan untuk melantai di bursa saham.





Leave a Reply