vikaspota.com – Snapdragon X2 Elite selama ini lebih dikenal sebagai platform laptop untuk produktivitas dan efisiensi daya. Namun, eksperimen terbaru menunjukkan potensi berbeda dari laptop berbasis ARM tersebut.
Pengguna berhasil menjalankan GPU desktop NVIDIA sebagai eGPU melalui koneksi USB4. Eksperimen tersebut menggunakan laptop Snapdragon X2 Elite dan GeForce RTX 5070 Ti.
Dukungan tersebut belum menjadi fitur resmi NVIDIA atau Qualcomm. Metode yang digunakan memanfaatkan RTX Spark Developer Driver secara manual.
Temuan ini menarik karena kemampuan grafis terintegrasi Snapdragon masih menjadi salah satu keterbatasan untuk gaming berat. eGPU dapat memberikan peningkatan performa grafis yang sangat besar.
“Baca Juga: Bocoran HMD 2760 Flip Ungkap Spek dan Desain”
Eksperimen tersebut juga menunjukkan bahwa keterbatasan laptop ARM mungkin tidak sepenuhnya berasal dari perangkat keras. Dukungan driver dan kompatibilitas Windows on ARM turut menjadi faktor penting.
RTX Spark Developer Driver Membuka Jalan untuk eGPU
Eksperimen tersebut memanfaatkan driver pengembang RTX Spark dengan dukungan ARM64. Driver ini sebenarnya dikembangkan NVIDIA untuk perangkat RTX Spark, bukan untuk eGPU GeForce pada laptop Snapdragon.
Pengguna kemudian memasang driver tersebut secara manual melalui Device Manager Windows. Setelah proses tersebut, sistem dapat mengenali GPU desktop NVIDIA yang terhubung melalui USB4.
Dalam pengujian yang dilaporkan, GeForce RTX 5070 Ti digunakan sebagai GPU eksternal. GPU tersebut ditempatkan dalam enclosure eGPU yang terhubung ke laptop Snapdragon X2 Elite.
Koneksi USB4 memungkinkan komunikasi PCI Express melalui jalur eksternal. Namun, konfigurasi seperti ini tetap bergantung pada dukungan firmware dan perangkat keras laptop.
Pengujian pengguna Reddit juga menunjukkan bahwa beberapa laptop memiliki dukungan USB4 yang sesuai. Salah satu contohnya adalah ASUS Zenbook A16 dengan Snapdragon X2 Elite Extreme.
RTX 5070 Ti Mampu Jalankan Overwatch hingga 300 FPS
Hasil pengujian menunjukkan peningkatan performa yang cukup besar setelah RTX 5070 Ti digunakan. Salah satu pengujian dilakukan pada Overwatch dengan resolusi 1440p.
Game tersebut dilaporkan mencapai sekitar 180 hingga 220 FPS ketika pertandingan berlangsung. Pada mode latihan, frame rate bahkan dilaporkan menyentuh 300 FPS.
Angka tersebut menunjukkan perbedaan besar dibanding kemampuan GPU terintegrasi. Performa seperti itu juga sudah cukup untuk memanfaatkan monitor dengan refresh rate tinggi.
Pengujian lain menunjukkan bahwa sejumlah game juga dapat berjalan menggunakan konfigurasi tersebut. Trails in the Sky 1st Chapter, misalnya, dilaporkan mencapai sekitar 100 FPS pada resolusi 4K.
Namun, performanya tidak selalu konsisten pada setiap game. Persona 3 Reload dilaporkan berjalan sekitar 60 hingga 100 FPS pada resolusi 4K.
Dalam pengujian tersebut, penggunaan RTX 5070 Ti hanya berada di sekitar 20 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa driver dan sistem belum mampu memanfaatkan GPU secara optimal.
Dukungan eGPU Masih Terbatas dan Belum Resmi
Hal terpenting dari eksperimen ini adalah status dukungannya yang masih tidak resmi. NVIDIA belum menyediakan dukungan resmi untuk GeForce eGPU pada laptop Snapdragon X2 Elite.
RTX Spark Developer Driver juga bukan driver konsumen khusus untuk konfigurasi tersebut. Perubahan driver atau pembaruan Windows dapat membuat metode ini berhenti berfungsi.
Masalah lain juga dapat muncul dari kompatibilitas game dan perangkat lunak. Windows on ARM masih memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan platform Windows berbasis x86.
Penggunaan GPU yang tidak konsisten pada beberapa game menjadi salah satu contoh keterbatasan tersebut. Bandwidth USB4, driver, translasi aplikasi, dan optimasi game dapat memengaruhi hasil akhir.
Karena itu, eksperimen ini belum dapat dianggap sebagai solusi eGPU yang siap digunakan semua pengguna. Konfigurasi tersebut lebih tepat dipandang sebagai demonstrasi kemampuan teknis awal.
“Baca Juga: Iran Janjikan Rp486 Juta untuk Tangkap atau Bunuh Tentara AS”
eGPU Berpotensi Mengubah Posisi Laptop ARM untuk Gaming
Jika dukungan eGPU resmi tersedia, laptop Snapdragon dapat memiliki fleksibilitas yang jauh lebih besar. Pengguna dapat mempertahankan keunggulan efisiensi ARM sekaligus mendapatkan performa GPU desktop.
Pendekatan tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan memiliki dua perangkat berbeda. Laptop ringan dapat digunakan untuk produktivitas dan gaming ketika terhubung ke eGPU.
Namun, performa grafis bukan satu-satunya tantangan platform ARM. Kompatibilitas game, anti-cheat, driver, dan dukungan aplikasi tetap menjadi faktor penting.
Dukungan resmi dari Qualcomm, NVIDIA, Microsoft, dan produsen laptop akan membuat konfigurasi ini lebih menarik. Driver resmi juga dapat meningkatkan stabilitas, kompatibilitas, dan proses pembaruan.
Untuk saat ini, eksperimen Snapdragon X2 Elite dan RTX 5070 Ti masih menjadi bukti konsep. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa laptop ARM memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke pasar gaming.
Jika dukungan perangkat lunak terus berkembang, eGPU dapat menjadi salah satu cara memperluas kemampuan laptop Snapdragon. Platform ARM pun berpeluang bersaing lebih serius dengan laptop gaming berbasis AMD dan Intel.





Leave a Reply