vikaspota.com – Perang yang berlangsung di Iran selama pekan pertama dilaporkan menelan biaya besar bagi Amerika Serikat. Para pejabat Pentagon memperkirakan pengeluaran militer mencapai sekitar USD 11,3 miliar.
Jika dikonversikan, angka tersebut setara dengan sekitar Rp191,8 triliun. Informasi ini disampaikan pejabat Departemen Pertahanan kepada anggota parlemen dalam pengarahan tertutup di Washington.
“Baca Juga: Iran Hantam 5 Tanker di Hormuz, 1 Awak Tewas”
Angka tersebut mencerminkan biaya operasi militer selama sekitar enam hari pertama konflik. Perang ini dimulai pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target militer Iran.
Para senator meminta pemerintah memberikan rincian mengenai skala operasi militer. Mereka juga menanyakan perkiraan durasi konflik yang sedang berlangsung.
Biaya Perang Didominasi Penggunaan Amunisi Canggih
Sebagian besar pengeluaran militer dalam operasi tersebut berasal dari penggunaan persenjataan canggih. Pentagon menyebut biaya amunisi menjadi komponen terbesar dalam pengeluaran perang.
Pejabat pertahanan sebelumnya telah memberikan gambaran awal mengenai biaya tersebut. Dalam dua hari pertama operasi saja, pasukan AS menghabiskan sekitar USD 5,6 miliar untuk penggunaan senjata.
Serangan terhadap Iran melibatkan berbagai jenis persenjataan modern. Operasi tersebut menggunakan rudal presisi, bom berpemandu, serta sistem serangan jarak jauh.
Penggunaan senjata berteknologi tinggi membuat biaya operasi meningkat dengan sangat cepat. Setiap gelombang serangan udara membutuhkan amunisi bernilai jutaan dolar.
Karena itu total biaya konflik dalam waktu singkat langsung mencapai miliaran dolar.
Operasi Militer Libatkan Serangan Udara dan Pengerahan Armada Laut
Skala operasi militer yang dilakukan AS dan sekutunya tergolong sangat besar. Kampanye militer tersebut mencakup berbagai jenis operasi di darat, laut, dan udara.
Serangan udara dilakukan secara intensif terhadap berbagai target militer di Iran. Infrastruktur pertahanan, fasilitas komunikasi, serta pangkalan militer menjadi sasaran utama.
Selain itu, sistem pertahanan rudal juga diaktifkan untuk melindungi pangkalan militer dan sekutu di kawasan Timur Tengah. Pengerahan armada angkatan laut juga dilakukan di wilayah Teluk Persia.
Kehadiran kapal perang dan sistem pertahanan udara menambah kompleksitas operasi militer tersebut. Operasi juga melibatkan aktivitas militer di berbagai titik kawasan Timur Tengah.
Besarnya skala operasi ini menjadi salah satu faktor utama tingginya biaya perang.
Trump Klaim Konflik dengan Iran Telah Dimenangkan
Di tengah laporan biaya perang yang besar, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa konflik tersebut pada dasarnya telah dimenangkan.
Trump menyebut keberhasilan tersebut didasarkan pada penghancuran infrastruktur pertahanan Iran. Ia mengatakan sebagian besar kemampuan militer Iran telah dilumpuhkan.
Meski demikian, Trump menambahkan bahwa operasi militer masih akan berlanjut. Ia mengatakan pasukan Amerika tetap akan melanjutkan serangan meskipun hampir tidak ada target tersisa.
Pernyataan tersebut mencerminkan narasi kemenangan yang disampaikan pemerintah AS dalam beberapa hari terakhir. Namun operasi militer di kawasan tersebut masih berlangsung.
“Baca Juga: OPPO Find N6 Ungkap Desain Jelang Rilis 17 Maret”
Konflik Iran Guncang Pasar Energi dan Jalur Pelayaran Dunia
Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel tidak hanya berdampak pada militer. Konflik ini juga memengaruhi stabilitas ekonomi global.
Serangan militer di kawasan Timur Tengah telah memicu gangguan pada jalur perdagangan energi. Salah satu titik paling terdampak adalah Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati wilayah tersebut setiap hari.
Gangguan terhadap jalur pelayaran di kawasan itu menyebabkan harga minyak melonjak. Pasar energi global pun mengalami volatilitas yang tinggi.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berdampak pada stabilitas ekonomi internasional. Banyak negara kini memantau perkembangan konflik tersebut dengan cermat.





Leave a Reply