Aurelie Moeremans Tolak Tawaran Politik Karena Merasa Hanya Akan Jadi Boneka
vikaspota.com – Aurelie Moeremans mengaku sering ditawari masuk dunia politik. Namun, ia menolak semua tawaran tersebut hingga sekarang. Aurelie menyampaikan hal ini melalui Instagram pribadinya. Ia merasa bersyukur telah menolak tawaran-tawaran tersebut. Apalagi melihat kondisi politik belakangan ini yang semakin memanas. Aurelie tidak ingin terjebak dalam dunia yang bukan bidangnya. Ia juga tidak ingin menjadi “boneka” dalam permainan politik.
Tawaran Pertama Masuk Politik Sejak 2016 dengan Gaji Fantastis
Tawaran pertama datang pada tahun 2016. Seorang aktris senior menghubungi mama . Aktris tersebut mengajak untuk ngopi bareng. Aurelie merasa aneh karena mereka tidak dekat. Firasatnya ternyata benar. Pertemuan itu bertujuan untuk memperkenalkannya pada bos partai. Aurelie ditawari gaji ratusan juta per bulan. Tawaran ini sangat menggiurkan bagi seorang artis. Namun, Aurelie tetap menolaknya dengan tegas. Ia bingung mengapa dirinya dilirik partai politik. Padahal, ia tidak pernah menunjukkan minat di bidang politik.
Aurelie Merasa Diperlakukan Tidak Hormat Sebagai Figur Publik
mengungkapkan alasan di balik penolakannya. Ia dinilai hanya akan mendompleng citra politisi. Pamor sebagai artis akan dimanfaftkan untuk kepentingan partai. “Tugas kamu gampang, tinggal ikuti Bapak,” kata menirukan penawaran tersebut. Ia diminta hanya untuk membuat ramai acara-acara partai. Jika harus berbicara dengan warga, nanti akan diberi teks. merasa tidak dihargai sebagai figur publik. Ia tidak ingin menjadi alat politik tanpa kontribusi nyata. Baginya, bekerja harus sesuai dengan passion dan keahlian. Politik bukanlah dunia yang ia minati dan kuasai.
Aurelie Moeremans Tegas Tolak Politik: “Aku Bukan Boneka”
Aktris Moeremans kembali menolak tawaran masuk dunia politik. Ia merasa hanya akan dijadikan boneka dengan skrip tetap. Penolakan ini dilakukan beberapa kali meski ditawari oleh orang berbeda. tidak ingin terlibat dalam bidang yang tidak dikuasainya. Sikap tegas ini dipertahankannya meski ada iming-iming menarik.
Tawaran terakhir datang dengan pendekatan berbeda. Pihak partai menyoroti kemampuan bahasa asing . Mereka menyebut lima bahasa yang dikuasai sangat berguna. Terutama untuk pertemuan dengan delegasi luar negeri. tetap menolak dengan alasan kurangnya pendidikan formal. Ia merasa malu karena tidak memiliki gelar sarjana.
Partai kemudian menawarkan solusi instan. Mereka menjanjikan jalur cepat untuk meraih gelar S2. “Kamu langsung S2 aja, nanti S1-nya kita atur singkat,” kata menirukan tawaran tersebut. Solusi ini justru memperkuat penolakan . Ia tidak ingin gelar akademis dimanipulasi untuk kepentingan politik. Sikap ini menunjukkan integritas sebagai publik figur. Ia memilih jujur tentang batasan dirinya daripada terlibat dalam praktik yang tidak etis.
“Simak juga: Sri Mulyani Bongkar Rahasia Keuangan 2023 Kas Negara Sisa Rp 459,5 T”





Leave a Reply