vikaspota.com – Lini kendaraan Chery Super Hybrid atau CSH dipastikan bertambah pada tahun 2026. Model pembukanya adalah Chery C5 CSH yang akan meluncur dalam waktu dekat. Kepastian ini memperkuat strategi elektrifikasi Chery di pasar Indonesia. Menariknya, kehadiran C5 CSH sebelumnya nyaris tidak terdengar dalam rumor industri. Model ini menggunakan rancang bangun yang serupa dengan seri Omoda 5. Meski demikian, pendekatan teknologi dan posisinya berbeda. Chery menyiapkan C5 CSH sebagai varian hibrida dengan fokus performa. Langkah ini menunjukkan perluasan portofolio CSH yang semakin agresif. Chery ingin memperluas pilihan konsumen di segmen hibrida. C5 CSH diproyeksikan menjadi model strategis pada tahun peluncuran.
“Baca Juga: Penghentian Iuran AS Picu Krisis Keuangan PBB”
Media Jajal Langsung dari Jakarta ke Semarang
Sebelum peluncuran resmi, awak media mendapat kesempatan menjajal Chery C5 CSH. Uji coba dilakukan dengan rute Jakarta menuju Semarang. Kesempatan ini tergolong tidak lazim untuk model yang belum diperkenalkan resmi. Padahal, informasi publik mengenai C5 CSH masih sangat terbatas. Pengalaman berkendara jarak jauh dimaksudkan untuk memberi gambaran awal. Chery ingin mendapatkan masukan langsung dari jurnalis otomotif. Hal ini disampaikan oleh Vice Country Director Chery Business Unit. Budi Darmawan Jantania menyebut masukan media sangat penting. Uji coba berlangsung hingga awal Februari. Chery ingin mematangkan produk sebelum debut publik. Strategi ini mencerminkan pendekatan terbuka terhadap evaluasi awal.
IIMS 2026 Jadi Panggung Peluncuran Resmi
Tanggal 5 Februari 2026 menjadi momen penting bagi Chery. Tanggal tersebut bertepatan dengan press day Indonesia International Motor Show 2026. Ajang ini menjadi panggung utama peluncuran produk baru otomotif. Chery memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan C5 CSH. Menurut Budi, masukan media dikumpulkan hingga hari tersebut. Tujuannya untuk membaca potensi kompetitor di segmen terkait. C5 CSH akan diposisikan di atas Tiggo Cross CSH. Seiring itu, Chery juga menyesuaikan harga Tiggo Cross CSH. Harga model tersebut naik menjadi Rp329 juta untuk NIK 2026. Penyesuaian ini memperjelas hierarki produk CSH. Strategi harga menjadi bagian dari reposisi portofolio.
Teknologi HEV dan Mesin Turbo Jadi Andalan
Chery C5 CSH mengusung teknologi hybrid electric vehicle atau HEV. Sistem ini serupa dengan yang digunakan pada Tiggo Cross HEV. Perbedaannya terletak pada mesin pembakaran internal. C5 CSH menggunakan mesin 1,5-liter turbo. Kombinasi ini ditujukan untuk performa tinggi dengan efisiensi bahan bakar. Budi menegaskan keseimbangan performa dan efisiensi menjadi fokus utama. Selama ini, performa tinggi sering diasosiasikan dengan konsumsi boros. Chery berupaya mengubah persepsi tersebut. Mesin turbo tersebut diklaim memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen. Transmisi yang digunakan adalah dedicated hybrid transmission atau DHT. Pabrikan mengklaim konsumsi bahan bakar mencapai 20,4 kilometer per liter. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama.
“Baca Juga: DeepMind Rilis AlphaGenome untuk Analisis Penyakit Berbasis DNA”
Fitur Keselamatan Bertambah dan Rencana Model Lain
Selain sektor tenaga, C5 CSH juga mendapat peningkatan fitur. Jumlah airbag meningkat menjadi tujuh titik. Sistem Advanced Driver Assistant System kini memiliki 14 fungsi. Layar sentuh utama berukuran 12,3 inci terpasang di kabin. Sejumlah detail eksterior dan interior juga berbeda dari versi ICE. Meski begitu, spesifikasi teknis lengkap belum diumumkan seluruhnya. Chery menyatakan C5 CSH adalah satu dari tujuh model baru pada 2026. Seluruh model tersebut akan diluncurkan bertahap oleh PT Chery Sales Indonesia. Rencana tersebut mencakup kendaraan listrik murni dan SUV diesel. Langkah ini menegaskan komitmen Chery di pasar Indonesia. Dengan C5 CSH sebagai pembuka, Chery menyiapkan tahun yang agresif. Portofolio produk akan semakin beragam sepanjang 2026.





Leave a Reply