Prabowo Serukan Penurunan Ketegangan Iran-Israel di Timur Tengah
vikaspota.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kini memanas akibat perang antara Iran dan Israel. Ia menyoroti dampak konflik tersebut yang telah menewaskan ratusan orang. Prabowo menekankan bahwa seluruh pihak harus berupaya mendorong deeskalasi demi mencegah korban lebih banyak dan menjaga stabilitas kawasan.
“Baca Juga : Tali Apple Watch yang Aman dari Bahan Kimia”
Rusia Dinilai Punya Peran Besar dalam Konflik Timur Tengah
Saat menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia pada Jumat (20/6/2025), Prabowo mengatakan Rusia memiliki pengaruh besar di Timur Tengah, terutama terhadap Iran. Hal itu menjadikan Rusia sebagai pihak yang sangat berperan dalam menurunkan tensi konflik Iran-Israel. Menurutnya, keterlibatan aktif Rusia dapat membantu menciptakan jalur dialog dan solusi damai di kawasan yang penuh gejolak tersebut.
Lawatan ke Rusia Dinilai Lebih Produktif daripada KTT G7
Prabowo menyampaikan bahwa kunjungannya ke Rusia memberi dampak lebih positif ketimbang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada. Ia menilai G7 justru memperkuat narasi pembenaran terhadap agresi Israel. Dalam pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin, Prabowo membahas upaya konkret untuk meredam konflik. Ia berharap diplomasi aktif antarnegara besar bisa menurunkan eskalasi dan mencegah meluasnya dampak perang ke negara lain.
Prabowo: Semua Pihak Harus Turunkan Suhu dan Cari Jalan Damai
Presiden Subianto menegaskan bahwa seluruh pihak harus fokus mencari jalan damai untuk menyelesaikan konflik Iran dan Israel. Ia menyampaikan hal itu saat ditanya mengenai upaya Indonesia dalam merespons ketegangan yang semakin memanas di Timur Tengah.
“Ya, semua akan berusaha untuk deeskalasi. Kita ingin semua turunkan suhu,” ujar dengan tegas. Ia menekankan bahwa perdamaian harus menjadi tujuan bersama agar tidak ada lagi korban jiwa dan dampak buruk lain yang meluas.
Menurut , pendekatan militer hanya akan memperpanjang penderitaan masyarakat sipil yang tidak bersalah. Karena itu, ia mendesak negara-negara yang terlibat langsung maupun tidak langsung untuk membuka ruang dialog dan negosiasi.
“Kita ingin cari penyelesaian jalan keluar yang damai untuk semua pihak,” tutup Prabowo. Ia juga menyiratkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam mendukung proses diplomasi demi perdamaian kawasan.
Pernyataan ini menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai, dialog terbuka, dan kerja sama internasional.
“Baca Juga : Tantangan Apple di Pasar China yang Meningkata”





Leave a Reply