Inggris Tegaskan Dukungan Kenegaraan Palestina Berdasarkan Garis 1967
vikaspota.com – Inggris Pemerintah menyampaikan komitmen tegas untuk mendukung pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967. Hal ini disampaikan dalam sebuah nota kesepahaman terbaru dengan Otoritas Palestina menjelang Sidang Majelis Umum PBB pada September 2025.
Dalam dokumen tersebut, menegaskan tidak mengakui wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sebagai bagian dari Israel. Langkah ini memperkuat posisi sebagai salah satu negara G7 yang mendorong solusi dua negara secara diplomatis dan sah.
Langkah menyusul pernyataan serupa dari Prancis yang juga menyatakan niat untuk mengakui Palestina secara resmi pada 24 Juli 2025. Jika rencana ini berjalan, dan Prancis akan menjadi negara G7 pertama yang mengakui kenegaraan Palestina.
”Baca juga: Insiden Keracunan di SDN Jati 3, Makanan Cimin Picu Kecelakaan Kesehatan“
Inggris Tolak Aneksasi Israel dan Dukung Peran Sentral Otoritas Palestina
sebagai salah satu negara G7 yang mendorong solusi dua negara secara diplomatis dan sah.
Langkah menyusul pernyataan serupa dari Prancis yang juga menyatakan niat untuk mengakui Palestina secara resmi pada 24 Juli 2025. Jika rencana ini berjalan, dan Prancis akan menjadi negara G7 pertama yang mengakui kenegaraan Palestina.
”Baca juga: Insiden Keracunan di SDN Jati 3, Makanan Cimin Picu Kecelakaan Kesehatan“
Hubungan Inggris–Israel Memburuk Usai Sanksi dan Pernyataan Netanyahu
Langkah memperparah ketegangan diplomatik dengan Israel. Mereka dituduh melakukan hasutan kekerasan terhadap komunitas Palestina.
Ketegangan meningkat ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merespons keputusan dengan pernyataan keras di media sosial. Ia menuduh Perdana Menteri Keir Starmer menghargai terorisme Hamas dan menghukum korban-korbannya.
Inggris Serukan Pemilu Palestina dan Dukung Hak Penentuan Nasib Sendiri
Dalam nota diplomatik tersebut, juga menyerukan pemilihan umum yang inklusif di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza. Pemilu ini diharapkan digelar dalam waktu sesingkat mungkin guna memperkuat legitimasi politik Otoritas Palestina.
. Inggris menyebut bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan damai yang realistis.
Jika terealisasi, akan memainkan peran penting dalam mendorong rekonstruksi Gaza dan solusi damai permanen antara Palestina dan Israel.
”Baca juga: Mitos Terkait Nikotin Apakah Benar Tidak Bersifat Karsinogenik?“





Leave a Reply