Emir Qatar Terima Presiden Prabowo Subianto di Doha
vikaspota.com – Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, di Doha pada Jumat, 13 September 2025. Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda diplomasi Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara di kawasan Teluk. Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin membahas isu-isu strategis, termasuk stabilitas regional dan kerja sama di berbagai bidang.
Dukungan Indonesia Setelah Serangan Israel ke Doha
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo berlangsung tidak lama setelah serangan Israel ke Doha pada 10 September 2025. Menurut Teddy, langkah ini menunjukkan solidaritas Indonesia terhadap pemerintah dan rakyat Qatar. Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya telah menghubungi Sheikh Tamim melalui sambungan telepon untuk menanyakan kondisi terbaru di Qatar. “Indonesia menegaskan konsistensinya dalam mendukung kedaulatan Qatar dan perdamaian di kawasan Timur Tengah,” ujar Teddy.
Penguatan Kerja Sama Bilateral dan Agenda Ke Depan
Pertemuan kedua pemimpin juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama ekonomi, energi, dan pertahanan. Indonesia melihat Qatar sebagai mitra strategis di Timur Tengah dengan potensi investasi yang besar. Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat jejaring diplomatik untuk menghadapi tantangan global yang terus berkembang. Ke depan, Indonesia dan Qatar diharapkan dapat meningkatkan peran dalam menjaga stabilitas regional serta memperluas kolaborasi pada sektor berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia membangun hubungan internasional yang setara dan saling menguntungkan.
Prabowo dan Emir Qatar Bahas Diplomasi Global dan Kerja Sama Bilateral
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Doha untuk bertemu Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani. Pertemuan berlangsung pada 13 September 2025 dan membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan stabilitas global serta penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kedatangan Presiden Prabowo ke Doha mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjalankan amanat Pembukaan UUD 1945. Indonesia, kata Teddy, bertekad ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. “Dengan adanya pertemuan ini, hubungan Indonesia dan Qatar yang telah terjalin lama diharapkan makin erat dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Selain menegaskan dukungan Indonesia bagi kedaulatan Qatar, kedua negara juga menyoroti pentingnya memperkuat kerja sama di bidang energi, investasi, dan pertahanan. Qatar dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan energi terbesar di dunia, sementara Indonesia tengah berupaya memperluas akses kerja sama strategis di kawasan Timur Tengah.
Kunjungan ini menandai langkah nyata diplomasi aktif Indonesia di tengah dinamika geopolitik internasional. Di sisi lain, hubungan erat dengan Qatar diharapkan membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi nasional, termasuk investasi sektor berkelanjutan. Ke depan, kolaborasi Indonesia-Qatar berpotensi menjadi kontribusi penting bagi perdamaian regional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan peran diplomatik yang semakin diperhitungkan di dunia.
“Baca juga: Charged Rimau,Motor Listrik Lokal dengan Sentuhan Subsidi” [4]





Leave a Reply